Jateng Gandeng USAID Tekan Penganguran

Chief of Party USAID RWAP Toto Purwanto (dari kiri ke kanan), Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Jateng Esti Triany Listiawati, dan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jateng Ahmad Azis seusai menggelar pers conference di Semarang. (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
22 Agustus 2018 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan U.S Agency for International Development (USAID) untuk menggelar bursa kerja dan uji keterampilan para pelaku industri, Sabtu (25/8/2018).

Bursa kerja dan uji keterampilan para pelaku industri Jateng itu dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan pelaku industri khususnya menjahit, teknisi elektronik, dan petugas administrasi. 

Chief of Party USAID RWAP, Toto Purwanto, mengatakan secara nasional 60% angkatan kerja Indonesia hanya memiliki pendidikan sampai SMP saja. Dengan angkatan kerja yang begitu besar mendapatkan anugerah angkatan kerja sangat besar menjadi bonus demografi.

Menurutnya membengkaknya angkatan kerja di usia 15 sampai 60 tahun dan Indonesia akan mencapai bonus demografi pada tahun 2030. "Kami bersama Disnakertrans Jateng mencoba memanfaatkan bonus demografi dengan banyaknya tenaga kerja. Ini yang coba dimanfaatkan untuk menjaring angkatan kerja sebanyak mungkin," kata Toto, Selasa (21/8/2018).

Untuk itu, dia meminta pemerintah dan stakeholder untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian. Sehingga tidak ada lagi persaingan adanya tenaga kerja asing yang bekerja di Jateng. 

"Saya berharap dengan kegiatan ini jumlah angkatan kerja semakin bertambah dan dapat mengurangi angka pengangguran. Bukan hanya itu nanti peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat memperoleh ilmu lebih mengenai perkembangan industri saat ini," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Provinsi Jateng Ahmad Azis mengatakan, jumlah penganguran di Jateng mencapai 800.000 orang dan kebanyakan adalah lulusan SMK. Tingginya angka pengangguran yang didominasi oleh lulusan SMK disebabkan banyaknya angkatan kerja di Jateng, namun tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang belum memadai. Hal ini, yang menyebabkan banyak lulusan SMK belum mendapatkan pekerjaan.

"Jumlah penganguran menurut data BPS mencapai 800.000 orang, sehingga kegiatan job fair bisa menjadi angin segar bagi para lulusan yang ingin mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang yang mereka geluti," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis