1.532 Pemilih Dicoret KPU Pati, Ini Alasannya…

Anggota KPU Kabupaten Pati Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Pengembangan SDM, Umum dan Rumah Tangga Ahmad Jukari tampil dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Perbaikan dan Penetapan DPT Tingkat Kabupaten di Aula KPU Pati, Jateng, Selasa (21/8 - 2018). (Antara/KPU Pati)
22 Agustus 2018 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PATI — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pati mencoret 1.532 nama pemilih yang tercatat di Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pemilu 2019. Nama-nama itu dianggap tidak memenuhi syarat.

"Pencoretan tersebut merupakan tahapan pemutakhiran daftar pemilih saat masih dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019," kata anggota KPU Pati yang membidangi Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Pengembangan SDM, Umum dan Rumah Tangga, Ahmad Jukari di Pati, Jawa Tengah, Selasa (21/8/2018).

Ribuan nama pemilih yang dicoret tersebut, lanjut dia, disebabkan oleh beberapa hal, seperti meninggal dunia, data ganda, pindah domisili serta alih status menjadi anggota TNI/Polri. Ribuan pemilih yang dicoret tersebut, tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati.

Sementara itu, jumlah nama di DPT Pemilu 2019 yang ditetapkan pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Perbaikan dan Penetapan DPT Tingkat Kabupaten, Selasa, mencapai 1.025.928 nama. Dari jutaan pemilih tersebut, terdapat 504.250 pemilih laki-laki dan 521.678 perempuan.

Jumlah pemilih sebanyak 1.025.928 orang tersebut, kata dia, jika dibandingkan dengan DPSHP memang lebih sedikit karena jumlahnya mencapai 1.027.460 pemilih, sehingga ada pengurangan pemilih sebanyak 1.532 orang. Ia mengatakan jumlah DPT Pemilu 2019 yang ditetapkan tersebut, tersebar di 406 desa yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Pati.

Sementara jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Pati sebanyak 4.369 TPS yang tersebar di 406 desa/kelurahan. Jumlah pemilih terbanyak tersebar di Kecamatan Pati yang mencapai 81.276 pemilih yang tersebar di 29 desa, sedangkan jumlah paling sedikit di Kecamatan Gunungwungkal tercatat sebanyak 30.378 pemilih yang tersebar di 15 desa.

Anggota KPU Pati Imbang Setiawan menambahkan selama proses memasukkan data pemilih ke Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) Pemilu 2019 berlangsung lancar. Untuk memasukkan data pemilih ke Sidalih, kata dia, memang membutuhkan waktu cukup lama karena hampir dua bulanan dan baru berakhir pekan ini sehingga diplenokan Selasa.

Daftar pemilih tetap tersebut, selanjutnya diumumkan kepada masyarakat untuk mendapatkan tanggapan. Apabila masih ada masyarakat yang memenuhi syarat sebagai pemilih, maka masih bisa dicatat dan nantinya dimasukkan sebagai pemilih khusus yang juga mendapatkan kesempatan menggunakan hak pilih masing-masing.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara