Wali Kota Semarang Buktikan Pasar Srondol Sepi, Kios-Kios Tanpa Aktivitas Perdagangan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berbincang dengan pedagang yang kepalanya tertutup kerupuk di Pasar Srondol Semarang, Selasa (21/8 - 2018). (Antara/Humas Setda Kota Semarang)
22 Agustus 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuktikan Pasar Srondol Semarang sepi aktivitas pedagangan. Kenyataan itu ia dapati saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tersebut, Selasa (21/8/2018).

Bukan hanya area pasar tradisional, Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—dalam sidak di Pasar Srondol Semarang juga menemukan area usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sepi aktivitas. Dari 28 kios UMKM yang disediakan di Pasar Srondol Semarang, ada enam kios yang tidak terlihat adanya aktivitas perdagangan, sebagaimana dikeluhkan masyarakat lewat media sosial (medsos).

Sidak yang dilakukan politikus PDI Perjuangan itu merupakan tindak lanjut dari keluhan yang disampaikan masyarakat lewat unggahan di Instagram dari akun @Hanieswidya kepada Hendi. Pengguna akun Instagram @Hanieswidya menuliskan, "Katanya merdeka tapi Pasar Srondol kok sepi. Tak tunggu nang Pasar Srondol pak @Hendrarprihadi".

Menanggapi masukan itu, Jumat (17/8/2018) lalu, Hendi pun menjawab, "Terima kasih infonya."  

Tak cukup dengan berterima kasih, ia pun lalu melakukan inspeksi begitu memiliki kesempatan. Hendi mendatangi Pasar Srondol demi memastikan kondisi pasar yang baru saja rampung direvitalisasi pada 2017 lalu itu memang sepi aktivitas pedagangan sebagaimana dikeluhkan netizen.

Lapak-lapak yang disediakan Pemkot Semarang, didapatinya tidak dimanfaatkan maksimal oleh para pedagang. "Liyane pundi, Bu? [lainnya ke mana, Bu?]", tanya Hendi kepada salah satu pedagang yang ditemuinya saat menyidak Pasar Srondol yang kemudian dijawab. "mboten buka, Pak [Tidak buka, Pak]."

Hendi pun segera meminta Dinas Perdagangan Kota Semarang yang turut serta dalam sidak itu untuk mengevaluasi kepemilikan kios yang tidak dimanfaatkan untuk dialihkan kepada pedagang lain yang berkomitmen. Ia kemudian mengumpulkan pedagang untuk berdialog bersama jajaran Dinas Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, sekaligus meminta komitmen pedagang untuk membuat pasar menjadi ramai.

"Meramaikan pasar ini harus dilakukan bersama-sama. Pemerintah sudah menyediakan fasilitas yang baik dan mumpuni, saya berharap sedulur-sedulur mampu menjadikannya sebagai modal," katanya.

Yang jelas, kata dia, segala laporan dan masukan dari masyarakat pasti ditindaklanjuti, tetapi dimintanya seluruh pedagang juga berkomitmen dan kompak untuk bersama-sama memajukan pasar. "Saya minta sedulur-sedulur bisa kompak terkait waktu berjualan. Kalau perlu diseragamkan seluruhnya agar bisa buka hingga malam. Masyarakat harus bisa bersinergi dengan pemerintah," harapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara