Pertamina Temukan Pelanggaran Elpiji 3 Kg di Semarang

Ilustrasi tabung elpiji 3 kg. (Antara)
24 Agustus 2018 06:50 WIB Lucky Leonard Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan DIY kembali melakukan inspeksi penggunaan liquified petroleum gas (LPG/elpiji) di Kota Semarang bersama pihak Polrestabes, Pemkot Semarang, Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K), serta Hiswana DPC Semarang.

Tim monitoring LPG tersebut mendatangi langsung empat rumah makan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Dalam inspeksi itu, tim total menemukan 42 elpiji kemasan tabung kapasitas 3 kg yang dipakai untuk memasak komoditas perdagangan.

Selain itu, tim monitoring juga menemukan penggunaan elpiji 3 kg di dua industri dengan total tabung sebanyak 17 buah. Adapun pada inspeksi Januari 2018 lalu, industri tersebut telah mendapat teguran dari tim monitoring untuk beralih sepenuhnya ke elpiji non-subsidi.

"Para pelaku usaha ini mengaku bisa banyak mendapatkan elpiji 3 kg dari pengecer atau warung-warung, bukan dari agen atau pangkalan resmi Pertamina. Jadi, ini dapat menjawab isu kelangkaan di lapangan. Ternyata bukan karena kurang dropping atau kuota, tetapi kuota bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro dipakai oleh pelaku industri dan rumah makan yang seharusnya tidak berhak memakai LPG subsidi," tutur Ngargono selaku wakil dari LP2K Semarang Ngargono dalam keterangan resmi, Kamis (23/8/2018).

Sementara itu, Iptu Priantino Utomo dari Polrestabes Semarang mengatakan pihaknya akan melakukan pembinaan dan monitoring terhadap penggunaan elpiji bersubsidi di rumah makan di Kota Semarang agar elpiji 3 kg tersebut digunakan secara tepat sasaran. Hal itu dilakukan agar masyarakat kurang mampu yang berhak menggunakan elpiji bersubsidi tidak kesulitan saat membutuhkan.

Unit Region Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pertamina untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah mengawal distribusi elpiji 3 kg agar tepat sasaran. Sebagai entitas bisnis yang bertugas sebagai operator dalam pendistribusian elpiji, Andar mengatakan pihaknya memang tidak memiliki wewenang dalam menertibkan penyalahgunaan produk subsidi, tetapi upaya yang dilakukan merupakan dukungan atas program pemerintah.

Seperti diatur dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, elpiji tabung 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro. Adapun definisi usaha mikro adalah usaha yang memiliki omzet maksimal Rp1 juta/hari.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis