Misteri TKI Hilang 11 Tahun Diungkap Surat Lusuh

Surat lusuh mengungkap misteri TKI jateng yang tak pulang selama 11 tahun. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
26 Agustus 2018 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BANJARNEGARA — Satu lagi kisah tragis tenaga kerja Indonesia (TKI) terungkap. Selembar kertas lusuh yang diduga sebagai surat seorang TKI bernama Ponirah asal RT 003/RW 006, Desa Gumiwang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ditemukan dan diunggah di Facebook menjadi viral di media jejaring sosial itu.

Laman aneka berita Liputan6.com menyimpulkan surat itu milik TKI yang telah hilang kontak dengan keluarganya. Meskipun tak jelas siapa yang menemukan surat tersebut, namun kertas lusuh itu konon ditulis dan dilempar Ponirah dari jendela rumah majikannya di Johor Baru, Malaysia.

Surat itu pendek saja. Namun pesan dalam surat TKI hilang itu sangat menyedihkan. Sebuah ketakutan yang sangat absurd. "Ka, tolong jangan sampai ketahuan siapa-siapa, saya takut banget. Sekali lagi tolong," tulis Ponirah dalam tulisan yang nyaris tak terbaca lantaran kertas yang sudah sangat lusuh.

Dalam surat itu masih tertera jelas nama dan alamat orangtua Ponirah, yakni Tugiman alias Wasis, RT 003/RW 006, Desa Gumiwang, Banjarnegara. Alamat orangtuanya pun ditemukan dan benar sesuai dengan yang tertera di surat.

Paralegal TKI, Suprapti mengatakan hasil klarifikasi dengan keluarganya, Ponirah hanya beberapa kali mengontak keluarganya di awal-awal pemberangkatan. Sejak 11 tahun berangkat ke Malaysia, ia tak pernah pulang.

"Terus saya klarifikasi ke keluarganya. Dia memang sudah lama tidak pulang. Saya koordinasi dengan KJRI yang di Johor Baru," kata Suprapti saat menjelaskan kasus TKI yang hilang selama 11 tahun itu, Kamis (23/8/2018).

Untuk melacak alamat kerja Ponirah, surat-surat terdahulunya pun dibongkar. Dari beberapa surat itu, ditemukan alamat Ponirah di Malaysia. Harapan untuk segera memulangkan Ponirah pun menemui titik terang.

Kasus ini pun kemudian dilaporkan ke BNP2TKI dan Konsulat Jenderal Republik Indoesia (KJRI) Johor Baru, Malaysia. Menanggapi laporan ini, KJRI Johor memanggil Ponirah dan majikannya untuk diklarifikasi.

Anehnya, di KJRI, Ponirah menandatangani surat pernyataan akan tetap bekerja dengan majikannya sampai masa kontraknya habis, Desember 2018 mendatang. Adapun majikan justru memperbolehkan Ponirah pulang kapan saja.

Bagi Suprapti, pernyataan Ponirah yang bersedia tetap bekerja itu bertolak belakang dengan apa yang ditulisnya kertas lusuh yang ditemukan dan menjadi viral tersebut. Pasalnya, Ponirah mengakui bahwa dialah yang menulis surat itu.

"Di sana, Mbak Ponirah dengan majikannya dipanggil. Nah, di situ, Ponirah dan majikannya bikin surat pernyataan, wallahualam atas tekanan atau tidak, tetapi dia bilang dia di rumah majikannya baik-baik saja dan akan bertahan hingga kontrak berakhir," dia menerangkan.

Menurut Suprapti, di luar kasus Ponirah, di Banjarnegara juga ada kasus buruh migran hilang kontak lainnya, yakni Sukisno, buruh migran asal Desa Blambangan, Kecamatan Bawang. Ia juga dilaporkan hilang kontak selama 11 tahun dengan keluarganya.

Sejak 2007, Sukisno berangkat ke Malaysia dan tanpa diketahui alamat kerja maupun alamat tinggalnya, serta kepada siapa Sukisno bekerja. Namun, pemerintah dan paralegal kesulitan melacak keberadaan Sukisno lantaran ketiadaan data awal yang bisa dijadikan petunjuk untuk menemukan TKI ini.

Di luar dua kasus itu, ada pula buruh migran Hong Kong yang sudah 13 tahun hilang kontak dengan keluarganya. Untuk mengantisipasi kejadian serupa tak terulang, ia menyarankan calon TKI atau keluarga memfoto kopi kontrak kerja, paspor serta kontak dan alamat kerja atau majikan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Liputan6.com