Kampanye Pengelolaan Sampah di Kudus Bergema Lewat Kirab Busana Daur Ulang

Kirab perayaan Hari Kemerdekaan di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jateng menggunakan gaun dari bahan daur ulang sampah, Minggu (26/8 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
26 Agustus 2018 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Kampanye pengelolaan sampah di Kudus, Jawa Tengah bergema lewat kirab busana daur ulang saat perayaan Hari Kemerdekaan. Warga Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jateng menggelar kirab unik itu, Minggu (26/8/2018).

Kirab itu menempuh rute jalan kampung di kawasan Rukun Warga 004 di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae dengan diikuti peserta dari usia taman kanak-kanak hingga orang tua. Ketua Panitia Gebyar Perayaan Kemerdekaan Ke-73 RI Bagus Pandu menyatakan dalam perayaan Hari Kemerdekaan di desa itu disisipkan kampanye lingkungan untuk mengajak masyarakat melakukan pengelolaan sampah dengan baik.

Dalam kegiatan yang diikuti 500 peserta itu, dicontohkan dengan gaun yang dipakai para peserta kirab merupakan hasil daur ulang sampah rumah tangga. "Masing-masing rukun tetangga (RT) yang terdiri atas delapan RT di RW 004 ini, diminta menampilkan kreasinya dalam membuat gaun dari daur ulang sampah," ujarnya.

Hasil kreasi pembuatan gaun dari bahan sampah masing-masing RT, dinilai oleh dewan juri yang melibatkan aktivis lingkungan yang selama ini rajin mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik, yakni dari Komunitas Kresek Kudus serta dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus. Ia berharap, kegiatan itu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya Desa Ngembalrejo untuk tidak membuang sampah secara sembarang.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita Antara, gaun yang dipakai anak-anak hingga orang dewasa ada yang dibentuk seperti rompi yang terbuat dari kemasan bekas kopi maupun susu dan ada pula yang menggunakan kertas bekas. Peserta kirab bahkan ada yang menampilkan sepasang pengantin yang semua pernik-pernik serahannya menggunakan bahan sampah.

Hanik, salah seorang peserta kirab yang masih duduk di bangku sekolah kelas VII mengaku memakai rompi dari bahan kemasan kopi. Rompi tersebut, kata dia, merupakan hasil kreasi orang tuanya beserta ibu-ibu rumah tangga lainnya yang selama ini sering membuat aneka kreasi dari bahan daur ulang sampah. "Saya sendiri masih tahap belajar membuat aneka kreasi dari bahan sampah," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara