Innalillahi, Sukarelawan PMI asal Pekalongan Gugur di Lombok

Suasana pembacaan doa untuk almarhum Afni Fastabiq Strata Utama. (Bisnis/Istimewa)
26 Agustus 2018 22:50 WIB Jaffry Prabu Prakoso Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah Afni Fastabiq Strata Utama gugur saat bertugas membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Meninggal dunianya Afni Fastabiq Strata Utama saat bertugas di tengah arena tanggap darurat bencana gempa bumi di Lombok itu meninggalkan banyak kesan bagi banyak sukarelawan dan keluarga. Ayah almarhum, Muhammad Afib, mengatakan bahwa putra bungsunya itu jarang berada di rumah karena sering bertugas dalam kegiatan PMI.

"Tata sering tidak dirumah. Lebih sering aktif di PMI meski juga punya usaha sendiri," katanya melalui keterangan pers PMI yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Jakarta, Sabtu (25/82018).

Meskipun tidak pernah menyangka Tata akan wafat secepat ini, keluarganya telah mengiklaskan kepergian pemuda itu. "Kepeduliannya sangat besar sehingga tidak memikirkan diri sendiri," ucapnya.

Ketua Bidang Sukarelawan PMI H.M. Muas menjelaskan bahwa almarhum adalah sosok sukarelawan yang patut menjadi teladan. "Almarhum menjadi teladan dalam melaksanakan tugas kemanusiaan dan berbakti untuk bangsa. Semoga keluarga diberi kekuatan, ketabahan, dan kesehatan, Amin," ujarnya.

Jenazah Tata diterbangkan dari Lombok ke Jakarta kemarin sore dan dilanjutkan perjalanan darat menuju rumah duka di Pekalongan dengan menggunakan mobil jenazah PMI DKI Jakarta. Jenazah tiba di rumah duka Sabtu dini hari dan langsung disalatkan serta dimakamkan di permakaman Gandarum, Kajen-Pekalongan.

Tata  tergabung di tim Water and Sanitation Hygiene (WASH). Saat gugur sebagai pengantar jasa PMI, Tata bertugas di camp pengolahan air di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis