BRT Trans Semarang Sosialisasi Koridor VIII, Ini Rutenya...

Ilustrasi BRT Trans Semarang. (Instagram/transsemarang)
27 Agustus 2018 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang mengungkapkan rencana pengoperasian koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang memasuki tahap sosialisasi. "Ini masih terus kami sosialisasikan, terutama terhadap angkutan existing yang terdampak," kata Pelaksana Tugas Kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/8/2018).

Saat ini, BLU Trans Semarang sudah mengoperasikan tujuh koridor, yakni Koridor I yang melayani Mangkang-Penggaron PP, Koridor II melayani Ungaran-Terminal Terboyo PP, Koridor III Pelabuhan-RS St Elisabeth PP, Koridor IV Cangkiran-Stasiun Tawang PP, Koridor V Bandara Ahmad Yani-Meteseh PP, Koridor V Universitas Diponegoro-Universitas Negeri Semarang PP, dan Koridor VII Terboyo-USM-Balai Kota. Rencana pengoperasian koridor baru, yakni Koridor VIII, akan melayani rute Cangkiran-Gunungpati-Kalibanteng-Jl. Pemuda sehingga Trans Semarang bisa makin mengakses kawasan pinggiran.

"Dalam kajian rute yang telah selesai dilakukan pada 2018, koridor kedelapan Trans Semarang ini akan melayani rute Cangkiran-Gunungpati-Kalibanteng-Jalan Pemuda Semarang," katanya.

Rencananya, Koridor VIII Trans Semarang dioperasionalkan dengan 18 armada bus berukuran sedang atau medium berkapasitas 42 penumpang yang targetnya dioperasikan mulai Desember 2019. Kalau untuk tarif, lanjut dia, sejauh ini tidak mengalami perubahan, yakni tarif umum masih tetap Rp3.500/orang, sedangkan pelajar, mahasiswa, atau pemegang Kartu Identitas Anak (KIA) Rp1.000/orang.

Selain Koridor VIII, Ade menjelaskan pengembangan transportasi massal juga menjangkau rute feeder (pengumpan) yang nantinya akan dikembangkan empat koridor khusus feeder pada 2019. "Selain menambah koridor BRT Trans Semarang, kami juga berencana mengembangkan empat rute feeder atau angkutan penumpang pada Mei 2019. Armadanya memakai ELF long chassis," ungkapnya.

Untuk rute Feeder I, kata dia, akan dioperasionalkan sebanyak 22 unit ELF long chassis dan hingga 2021 ditargetkan sudah empat rute feeder yang berjalan melayani transportasi masyarakat. "Kami berharap empat rute feeder ini bisa melayani transportasi masyarakat di berbagai wilayah. Selama ini, banyak wilayah permukiman, perumahan, dan perkampungan yang lebar jalannya kurang," katanya.

Dengan lebar jalan yang tidak memenuhi syarat untuk dilewati armada BRT Trans Semarang, ia mengatakan rute feeder dikembangkan karena menggunakan armada ELF yang bisa menjangkau wilayah tersebut. "Armada feeder ini kan pakai ELF long chassis yang bisa menjangkau permukiman yang tidak bisa dilalui bus kami. Jadi, total ada delapan koridor dan empat rute feeder yang akan dioperasikan hingga 2021," kata Ade.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara