Bekas Pejabat Kantor Pertanahan Semarang Dituntut 6 Tahun Penjara

Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Kantor Pertanahan Kota Semarang Windari Rochmawati mengamati barang bukti yang ditunjukkan jaksa saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang. (Antara/I.C.Senjaya)
27 Agustus 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Mantan kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Kantor Pertanahan Kota Semarang yang didakwa melakukan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan dokumen agraria, Windari Rochmawati, dituntut dengan hukuman enam tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.

Tuntutan hukuman tersebut disampaikan tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kota Semarang pada sidang lanjutan kasus pungli senilai Rp597 juta di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/8/2018).

Menurut tim JPU, Windari terbukti secara menyakinkan bersalah melanggar Pasal 12 huruf e UU No. 31/1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. "Oleh karena itu, terdakwa dituntut dituntut dengan hukuman selama enam tahun penjara," kata jaksa Zahri Aeniwati.

Sebelumnya, mantan kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Kantor Pertanahan Kota Semarang Windari Rochmawati didakwa menerima uang Rp597 juta yang merupakan pungutan di luar biaya resmi pengurusan dokumen agraria di ibu kota Jawa Tengah itu. Pungli tersebut antara lain berasal dari 169 pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Pungutan tersebut dilakukan terdakwa pada kurun waktu Oktober 2017 hingga Februari 2018.

Terdakwa mengurusi bagian pengecekan dan peralihan hak atas tanah di Kantor Pertanahan Kota Semarang. Nilai biaya yang dibebankan dari pengurusan dokumen agraria tersebut sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan sebagai penerimaan negara bukan pajak. Selain itu, biaya yang harus dikenakan tersebut harus dibayarkan melalui bank yang sudah ditunjuk.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara