11 Pelaku Industri di Wonosobo Gunakan LPG Subsidi

Sales Eksekutif (SE) LPG Rayon VIII Pertamina, Ardian Dominggo Wiryosukarno (kanan), menukarkan tabung gas elpiji non-subsidi kepada pelaku usaha d Wonosobo saat inspeksi, Senin (27/8 - 2018). (Semarangpos.com/Pertamina MOR IV JBT)
30 Agustus 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 11 pelaku industri menengah di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng) kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi untuk menjalankan usaha. Hal itu diketahui dalam inspeksi yang digelar tim monitoring penggunaan LPG 3 kg dari Pertamina MOR IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Wonosobo, dan Polres Wonosobo, Senin (27/8/2018).

Dalam inspeksi itu, tim monitoring juga berhasil menemukan 108 tabung gas elpiji 3 kg yang digunakan 11 pelaku industri menengah itu, di mana 81 tabung di antaranya ditarik dan ditukar dengan 41 tabung elpiji non-subsidi ukuran 5,5 kg. “Pelaku usaha yang diperkenankan menggunakan elpiji subsidi adalah pengusaha dengan omzet maksimal Rp1 juta per hari, sehingga sudah jelas pelaku usaha ini [yang terkena inspeksi] tidak bisa menggunakan elpiji bersubsidi,” ujar Pengawas Distribusi Barang Kebutuhan Pokok Disperindag Wonosobo, Nourma, dalam keterangan resminya, Rabu (29/8/2018).

Dalam inspeksi itu, tim monitoring penggunaan elpiji bersubsidi mendatangi 11 pelaku usaha menengah yang terdiri dari dua pengusaha katering, satu toko makanan ringan, dan delapan produsen carica kemasan.

Sales Eksekutif (SE) LPG Rayon VIII Pertamina, Ardian Dominggo Wiryosukarno, menjelaskan bahwa dalam inspeksi itu pihaknya memberikan kebijakan trade in atau tukar tabung LPG 5,5 kg secara gratis kepada pelaku industri menengah yang masih kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi. “Kami berikan secara gratis penukaran 2 tabung LPG 3 kg, dengan satu tabung LPG 5,5 kg, dan saat kegiatan ini, kami sudah memberikan 41 tabung LPG 5,5 Kg dengan menukar 82 tabung LPG 3Kg,” terang Ardian.

Terpisah, Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina MOR IV JBT, Andar Titi Lestari, mengatakan melalui inspeksi itu Wonosobo mendapat potensi penghematan kuota elpiji bersubsidi 28-37 tabung per hari. Apabila dikalikan 30 hari, maka penghematan yang bisa dilakukan selama sebulan bisa mencapai 840-1.110 tabung. “Kami kembali meminta kesadaran para pelaku usaha dan rumah tangga menengah untuk menggunakan elpiji non-subsidi, agar elpiji bersubsidi dapat digunakan sesuai peruntukannya, yakni rumah tangga kategori miskin dan UMKM,” terang Andar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia