JNE Tawarkan Layanan Logistik bagi UMKM Kreatif Jateng

Karyawati PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melakukan pendataan paket kiriman. (JIBI/Dedi Gunawan)
30 Agustus 2018 02:50 WIB Lucky Leonard Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pesatnya perkembangan industri kreatif mendorong penyedia jasa logistik itu untuk bersinergi guna membangun perekonomian nasional.  PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) pun mencoba bersinergi dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM) kreatif di Jawa Tengah untuk menyediakan jasa layanan logistrik untuk mendistribusikan produk-produk ekonomi kreatif UMKM Jateng.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, industri kreatif di Indonesia diperkirakan tumbuh hingga 7% per tahun, sekaligus berkontribusi besar bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, jumlah perusahaan, hingga pasar ekspor. Sepanjang 2014-2015, misalnya, nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp111,1 triliun. Penyumbang nilai tambah tertinggi tersebut antara lain subsektor mode dan kuliner. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh subsektor kerajinan dengan laju pertumbuhan ekspor 11,81%, diikuti fashion dengan pertumbuhan 7,12%, periklanan 6,02%, dan arsitektur 5,59%.

Mayland Hendar Prasetyo, Head of Marketing Communication JNE,  mengatakan pihaknya turut ambil bagian dalam pengembangan industri kreatif dengan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, perkembangan industri kreatif yang pesat dengan inovasi di bisnis logistik mampu menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan. "JNE dan UMKM adalah mitra, sehingga JNE concern dalam memberikan dukungan dengan semangat tagline Connecting Happiness," ujarnya, Rabu (29/8/2018).

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPW Asosiasi Akumandiri Jawa Tengah mengatakan pihaknya terus berperan aktif dalam mendampingi UKM untuk bisa berkembang. Menurutnya, perkembangan duni usaha saat ini telah memberikan tantangan yang cukup berat. "Anak-anak muda jangan hanya sebagai konsumen, tapi mereka dituntut pula sebagai produsen. Artinya, kawula muda dengan ide-ide kreatifnya harus bisa menghasilkan hal yang bermanfaat, tidak cuma untuk dirinya sendiri tapi juga untuk masyarakat sekitarnya. Apalagi zaman sekarang, mencari pekerjaan itu sangat sulit," katanya.

Salah satu pelaku industri kreatif, Irma Susanti, pemilik Indentix Batik, mengungkapkan dirinya harus terus berinovasi untuk tetap mendapatkan pasar. Produknya pun harus disesuaikan dengan target lokasi pemasarannya. "Batik telah bertransformasi dalam berbagai bentuk produk yang mampu menyentuh beragam lapisan masyarakat dan tingkat usia. Sebagai hasil budaya asli Indonesia, batik perlu terus dikembangkan untuk itu diperlukan agility skill dan kemauan untuk melakukan transformasi bisnis dalam menghadapi tantangan tersebut," tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis