Gibran Mengaku Tak Tertarik Politik Praktis

Gibran Rakabuming Raka. (Solopos/Dok)
03 September 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, mengaku tidak tertarik berpolitik praktis. Ia lebih memilih untuk menjadi pengusaha.

"Saya itu enggak pernah berpolitik dan tidak menjadi tim sukses," katanya saat mengisi kuliah umum mahasiswa baru di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/9/2018). Pernyataan itu diungkapkannya menjawab pertanyaan mahasiswa yang menjadi peserta kuliah umum mengenai alasannya menjadi pengusaha dan sosok pilihannya sebagai presiden mendatang.

Ditegaskan Gibran, meskipun ia putra orang nomor satu di negeri ini, ia mengaku tidak pernah menjadi tim sukses untuk salah satu pasangan calon pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Menjawab pertanyaan mahasiswa atas pilihannya jatuh kepada Jokowi atau justru Prabowo pada Pilpres 2019, ia menjawab diplomatis bahwa hak memilih setiap orang tidak perlu disampaikan ke publik.

"Ya, ini pertanyaan bagus. Soal memilih (Jokowi atau Prabowo, red.), jawabannya rahasia," ucapnya.

Gibran kemudian juga menjawab pertanyaan selanjutnya mengenai alasan seseorang harus menjadi pengusaha. Sebab, menurutnya, jika semua orang menjadi pengusaha lalu siapa yang nanti menjadi karyawan. Menjadi karyawan atau wirausahawan, lanjut dia, merupakan pilihan masing-masing orang karena setiap profesi memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

"Jadi karyawan juga enggak apa-apa. Pagi berangkat pulang sore yang akan kaya bosmu, itu pilihan," ujar Gibran di hadapan 3.857 mahasiswa baru Udinus.

Selain Gibran, beberapa tokoh juga diundang memberikan kuliah umum, yakni Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kamadibrata. Kepada Hendi—sapaan akrab Wali Kota Semarang—seorang mahasiswa Udinus asal Demak menanyakan tentang bantuan dari pemerintah kepada rumah yang terus terkena rob, limpasan air laut ke darat.

Hendi menyampaikan bantuan pemerintah terhadap rumah yang terkena rob tidak bisa diberikan karena tidak masuk dalam kategori rumah tidak layak huni. Meski demikian, politikus PDI Perjuangan itu mengatakan pemerintah tetap bisa membantu, antara lain menjamin lingkungan tidak terkena rob lagi, misalnya dengan pembangunan tanggul laut.

Pemerintah pusat, kata dia, berencana membangun jalur tol laut Semarang-Demak yang sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut yang ditargetkan rampung pada 2021. "Proyek ini berjalan dua tahun. Kalau tahun depan dimulai maka 2021 akan jadi. Dengan begitu, warga tidak perlu dana lagi untuk meninggikan rumah," tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara