Bandara Ahmad Yani Semarang Dilengkapi AOCC

Penumpang berjalan di area parkir pesawat saat tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/6 - 2018). (Antara/Aji Styawan)
03 September 2018 17:50 WIB Lucky Leonard Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melaksanakan kegiatan sosialisasi Airport Operation Control Center (AOCC) untuk meningkatkan koordinasi petugas bandara. AOCC berfungsi sebagai pusat komando seluruh aktivitas di bandara baik dari sisi darat, terminal, maupun sisi udara yang dapat memperlancar koordinasi petugas bandara untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan.

Kegiatan ini menjadi perwujudan komitmen Angkasa Pura (AP) I dalam melakukan digitalisasi aktivitas operasional bandara dan implementasi Smart Airport. Selain itu, upaya ini juga dilakukan demi mewujudkan operational excellence dan service excellence.

Secara keseluruhan, ada sembilan bandara yang sudah mengimplementasikan AOCC yaitu Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara Frans Kaisiepo Biak.

"Go Live AOCC di delapan bandara yang dikelola oleh AP I serentak dilaksanakan pada 1 September 2018. Ke depannya, AOCC harus bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi agar dapat terkoneksi dengan teman-teman airlines dan ground handling," tutur PTS. General Manager AP I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Indah Preastuty melalui keterangan resmi, Senin (3/9/2018).

Dia berharap AOCC dapat menjadi ruang untuk pola pengambilan keputusan secara kolaboratif yang baik. Adapun petugas AOCC terdiri dari perwakilan petugas bandara dari seluruh unit yang dikomandoi oleh airport duty manager. "Jadi, seluruh kegiatan yang terjadi di bandara terpantau dan terkontrol dalam satu kendali," terang Indah.

AOCC merupakan wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bandara yang terdiri dari operator bandara, operator maskapai, air navigation, dan otoritas terkait seperti otoritas bandara, bea cukai, imigrasi, karantina, dan lainnya. Keberadaan seluruh perwakilan pemangku kepentingan dalam satu ruangan yang sama diyakini akan berdampak positif terhadap pembuatan keputusan bersama mengenai berbagai hal operasional yang dapat diambil secara cepat dan tepat sebagai pelaksanaan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis