RS Sultan Agung Semarang Terima Ancaman Bom

Aparat Polrestabes Semarang melakukan penyisiran benda mencurigakan yang diduga bom di masjid kompleks RSI Sultan Agung, Semarang, Selasa (4/9 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
04 September 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, Selasa (4/9/2018) siang, digegerkan dengan sebuah ancaman bom. Ancaman itu diterima RSI Sultan Agung melalui pesan singkat ke nomor hotline rumah sakit itu sejak pukul 13.31 WIB.

Ancaman itu pun membuat gempar pihak RSI Sultan Agung. Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang yang mendapat laporan ancaman bom itu langsung menerjunkan tim Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Polda Jateng untuk melakukan penyisiran.

Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polrestabes Semarang, AKBP Iga D.P. Nugraha, mengatakan awalnya ada nomor tak dikenal mengirim pesan singkat ke nomor hotline RSI Sultan Agung. Pesan itu menyebutkan adanya sebuah bom yang diletakkan di masjid yang tengah dalam masa pembangunan di kompleks RSI Sultan Agung.

“Intinya pesan itu meminta untuk segera melakukan evakuasi terhadap orang-orang yang ada di dalam masjid, karena dalam waktu satu jam akan ada bom yang meledak,” ujar Iga saat dijumpai wartawan di halaman RSI Sultan Agung, Selasa.

Meski demikian, hingga satu jam lebih berlalu atau sekitar pukul 15.15 WIB, tak ada kejadian ledakan bom sesuai dengan yang disampaikan dalam pesan tersebut. Meski demikian, pesan terkait adanya bom itu terus terkirim ke nomor hotline pihak RSI Sultan Agung.

Iga menyebutkan setidaknya ada 10 pesan singkat atau short message service (SMS) yang diterima pihak RSI Sultan Agung bernada peringatan bom. Meski demikian, hingga pukul 17.30 WIB tim Jibom Sat Brimob Polda Jateng yang melakukan penyisiran di lokasi tak menemukan adanya bom maupun benda yang mencurigakan.

“Lokasi kami nyatakan steril,” tegas Iga.

Iga menambahkan saat ini pihaknya masih memburu pengirim pesan berbau ancaman bom ke pihak RSI Sultan Agung itu. Pihaknya sudah mengantongi data pengirim pesan sesuai dengan yang diberikan Humas RSI Sultan Agung.

“Untuk identitas pelaku saat ini memang belum kami ketahui. Tapi, kami akan telusuri berdasar data yang sudah diberikan pihak rumah sakit,” terang Iga.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya