Ganjar Minta Spider Woman Asian Games Akhiri Masa Lajang

Atlet panjat tebing asal Grobogan, Aries Susanti, duduk bersebelahan dengan Gubernur Jateng terpilih, Ganjar Pranowo, saat acara penyambutan atlet Asian Games di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Selasa (4/9 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
05 September 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aries Susanti menjadi salah satu atlet yang bersinar pada Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus – 2 September 2018. Hal itu tak lain karena prestasinya yang mampu meraih dua medali emas dalam cabang olahraga panjat tebing.

Kesuksesan itu pun membuat dara berusia 23 tahun tersebut mendapat sambutan hangat saat tiba di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (4/9/2018). Tak hanya digelontor bonus Rp200 juta, perempuan yang dijuluki Spider Women dari Jateng itu juga mendapat banyak pujian, salah satunya dari Gubernur Jateng terpilih, Ganjar Pranowo.

Bahkan, Ganjar sempat melontarkan candaan akrab kepada Aries. Politikus PDIP itu mempertanyakan kapan Aries bakal mengakhiri masa lajang.

“Saya bilang umurmu piro Ries? Dia jawab 23 pak, yo ndang kawin. Tapi, katanya mau lomba dulu, tapi nikah juga boleh. Tak saranin gitu, kan modal kawinnya sudah banyak,” ujar Ganjar yang sepanjang acara penyambutan atlet Jateng duduk bersebelahan dengan Aries di halaman depan Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa.

Seusai mempersembahkan dua medali emas pada Asian Games dari nomor speed, climber asal Grobogan itu memang kebanjiran bonus uang. Ia mendapat bonus Rp2,5 miliar dari pemerintah dan Rp200 juta dari Pemprov Jateng. Bonus itu belum termasuk sebuah rumah dan jaminan bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dari pemerintah.

Aries Susanti saat akan dikirab keliling Kota Semarang, Selasa (4/9/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Ganjar menilai Aries merupakan atlet yang memiliki prestasi spektakuler. Selain berjaya di Asian Games 2018, gadis berjilbab asal Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jateng itu juga menyandang predikat juara dunia saat tampil pada International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2018 di Tiongkok, 9 Mei lalu.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng berkomitmen mempersiapkan Aries untuk berlaga di level yang lebih tinggi, salah satunya Olimpiade 2020 di Jepang..

“Dari FPTI [Federasi Panjat Tebing Indonesia] meminta saya untuk menjaga Aries. Presiden FPTI dunia juga berharap atlet Indonesia bisa berkompetisi di level dunia,” ujar Ganjar.

Total ada 58 atlet asal Jateng yang berlaga di Asian Games 2018 lalu. Dari jumlah itu, sebanyak 17 atlet di antaranya menyumbang 25 medali bagi Indonesia, yang terdiri dari 5 emas, 6 perak, dan 14 perunggu. Untuk peraih emas, Pemprov Jateng memberikan bonus Rp100 juta, perak Rp75 juta, perunggu 50 juta, dan Rp10 juta untuk atlet yang tak meraih medali. Sementara, setiap pelatih yang atletnya menyumbang emas mendapat bonus Rp50 juta.

Sementara itu, Aries mengucapkan terima kasih kepada warga Jateng yang telah mendukungnya hingga mampu memberikan hasil maksimal di Asian Games 2018. “Terima kasih untuk masyarakat Jateng yang telah memberikan dukungan. Ke depan ada Olimpiade. Untuk menggapai Olimpiade kami akan bekerja lebih keras lagi,” ujar Aries.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia