Ganjar Prioritaskan Pembangunan SDM di Periode Kedua

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Antara/Wibowo Armando)
05 September 2018 09:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor inti dalam penyusunan program kerja gubernur dan wakil gubernur terpilih Jateng untuk periode 2018-2023, Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Meskipun pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih itu diajukan dua pekan oleh Presiden Joko Widodo, hal tersebut tidak memengaruhi ancang-ancang penataan kebijakan.

Terdapat dua garis inti yang digunakan Ganjar Pranowo - Taj Yasin Maemoen dalam penyusunan program kerja, kesehatan dan pendidikan. Ganjar mengatakan penentuan dua sektor tersebut merupakan hasil saringannya setelah menerima pemikiran dari sejumlah pakar. "Hal ini yang kita coba sampaikan, dan saya mendorong untuk pendidikan yang utama. Jadi, pembangunan SDM. Maka itu, politik anggaran kita naikkan," kata Ganjar Pranowo, Selasa (4/9/2018).

Sektor pendidikan misalnya, bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan telah disiapkan. karena hal tersebut menjadi salah satu janji politik yang Ganjar Pranowo dan Taj Yasin sampaikan kepada masyarakat saat kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. "Yang menjadi janji politik insya Allah kita siapkan, kita laksanakan termasuk mereka yang berada di pondok pesantren," kata Ganjar.

Meskipun siap mengucurkan bantuan, Ganjar Pranowo menggarisbawahi penambahan anggaran untuk pendidikan tersebut bukan sekadar untuk pembangunan fasilitas.

Lebih jauh lagi, Ganjar menghendaki semakin kuatnya pembangunan pribadi masyarakat Jawa Tengah. "Moral, etik, karakter yang coba kita bangun sebagai anak bangsa. Dengan demikian, kita harapkan orang Jawa Tengah tidak gampang musuhan. Pinternya itu secara emosional, juga secara moral. Ini yang kita dorong di pada 2019," ujarnya.

Sesuai kampanye Pilgub Jateng 2018 pula, untuk program kerja prioritas yang lain, Ganjar mengatakan akan terus fokus dalam penurunan angka kemiskinan meskipun dalam kepemimpinannya periode sebelumnya Jateng berhasil menjadi provinsi terbaik dalam penurunan angka kemiskinan se-Indonesia. "Sebenarnya dengan Gus Yasin kita sudah diskusi panjang. Problem Jateng masih kemiskinan, meskipun kemarin alhamdulillah penurunan kita terbaik se-Indonesia, tetap masih kurang meski single digit. Pengembangan ekonomi rakyat masih menjadi prioritas. Ini yang coba kita dorong," tuturnya.

Ganjar Pranowo - Taj Yasin Maemoen bakal dilantik di Istana Negara pada Rabu (5/9/2018) atau 12 hari lebih cepat dari jadwal yang semula ditetapkan yakni 17 September. Meski demikian, Ganjar mengaku tidak mempersoalkan percepatan itu. "Sebenarnya saya tidak merasa dipercepat, wong saya wes ntek, kalau saya merasa malah mundur dari 23 Agustus. Maka mengikuti ketentuan di mana pilkada serentak ingin diserentakkan masa jabatannya. Kita serahkan kepada Mendagri. Maka rencana tanggal 17 itu setelah mungkin mengalami pertimbangan di Mendagri, maju. Sebenarnya mau tanggal 17, mau hari ini mau besok bobotnya buat saya sama saja. Kalau kita sih siap-siap saja. Se-simple itu saja," kata Ganjar.

Untuk persiapan, Ganjar mengaku sudah siap semua. Karena dia merasa pernah melakukan hal serupa waktu dilantik pada 23 Agustus 2013 saat terpilih kali pertama sebagai Gubernur Jateng berpasangan dengan Heru Sudjatmoko. "Saya kan mengulangi, pernah dilakukan itu. Secara administratif temen-temen Pemprov, Kemendagri Istana sudah memberikan rundown-nya. Sudah siap. Mungkin lebih pada kemarin menyiapkan, begitu-begitu," jelasnya.

Namun menjelang pelantikan kali ini ada yang sedikit berbeda bagi Ganjar, yaitu soal seragam. Ganjar mengaku harus pergi ke penjahit lagi untuk membuat seragam yang baru. Sambil berseloroh dia mengaku sekarang semakin kurus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis