UAS Ngaku Diancam, Ganjar Angkat Bicara

Dai kondang Ustaz Abdul Somad. (Youtube.com)
06 September 2018 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, angkat bicara terkait ancaman yang diperoleh Ustaz Abdul Somad (UAS) saat hendak mengisi pengajian di sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), termasuk di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Minggu (2/9/2018) pagi.

Ganjar menilain ancaman yang diperoleh UAS itu tak perlu disikapi masyarakat untuk saling curiga. Ia juga meminta agar seluruh tokoh masyarakat menjaga agar suasana politik tidak gaduh pada masa Pilpres 2019.

“Hari ini, kita harus banyak ngobrol dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar semua bisa mendapat kesempatan, sehingga antaranak bangsa tidak saling curiga,” ujar Ganjar saat dijumpai wartawan di halaman Kantor Gubernur Jateng, Senin (4/9/2018).

Ganjar menambahkan dirinya tak mengetahui siapa sebenarnya kalangan yang disebut melakukan ancaman bahkan intimidasi terhadap pedakwah yang kerap dikait-kaitkan dengan organisasi Hizbut Tharir Indonesia (HTI) itu. Jika memang ancaman itu benar adanya, ia pun menyarankan UAS untuk melapor ke pihak berwajib.

“Sebenarnya yang saya tak ngerti adalah siapa yang mengancam. Saya kira kalau ada yang ngancam baiknya dilaporkan ke kepolisian, " ucapnya.

Ganjar menyebutkan terkait adanya penolakan UAS ke Semarang sebenarnya bisa dibicarakan melalui dialog antartokoh.

“Jadi jangan terus-terusan saling curiga. Kita ngobrol. Kan enggak enak ketika Ustaz Abdul Somad bicara seperti itu. Ini [ulah] siapa gitu,” tuturnya.

Ganjar pun menyinggung pula terkait kejadian penolakan kedatangan Neno Warisman dan Ahmad Dhani pada acara jalan sehat di Solo, Minggu (9/9/2018). Menurutnya, pro-kontra itu bisa dibicarakan bersama secara terbuka.

Sebelumnya, UAS dalam akun Instagram @ustadzabdulsomad menyatakan alasan membatalkan sejumlah agenda pengajian di Jateng, termasuk MAJT Semarang. Dalam akun itu, ustaz asal Riau kelahiran Sumatra Utara (Sumut) itu mengaku mendapat intimidasi dan ancaman hingga membatalkan kegiatan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya