Tanggapi Aduan Unnes, Polisi Periksa 5 Saksi dan Sambangi Dewan Pers

Rektor Unnes Prof. Fathur Rokhman. (Youtube.com)
06 September 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Ditreskrimsus Polda Jateng memeriksa lima saksi terkait kasus pencemaran nama baik yang dituduhkan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Fathur Rokhman, kepada jurnalis berinisal ZA di Semarang.

Kepala Subdit II Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Teddy Fanani, menyebutkan lima saksi yang telah diperiksa itu seluruhnya berasal dari kampus Unnes di Semarang. Meski demikian, Teddy enggan menyebutkan secara detail siapa saja orang yang telah diperiksa terkait kasus tersebut.

Ia hanya menyebutkan salah satu orang yang telah diperiksa untuk dimintai keterangan adalah Fathur Rokhman. “Sudah, saksi-saksi sudah kami periksa. Ada lima orang saksi yang sudah kami periksa. Semuanya dari Unnes,” tutur Teddy saat dijumpai wartawan di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Semarang, Rabu (5/9/2018).

Selain memeriksa saksi, Teddy juga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dewan Pers di Jakarta. Pihaknya akan menanyakan kepada Dewan Pers terkait legalitas produk jurnalis dari ZA selaku pihak yang dilaporkan, yakni serat.id.

“Kami akan menanyakan apakah serat.id sudah terdaftar di Dewan Pers. Kalau belum berarti bukan pers, itu kan perseorangan dan tidak ada kaitannya dengan pers,” ujar Teddy.

ZA merupakan jurnalis serat.id yang dilaporkan ke Polda Jateng dengan tuduhan mencemarkan nama baik Rektor Unnes, Fathur Rokhman, pada 21 Juli 2018. Tuduhan itu disematkan kepada ZA karena memberitakan dugaan plagiasi yang dilakukan Fathur Rakhman.

Terpisah, Ketua AJI Semarang sekaligus Pemimpin Umum Serat.id, Edi Faisol, mengatakan pihaknya sangat menghargai tindakan polisi yang akan meminta komfirmasi ke Dewan Pers. “Saya berharap polisi mendapat penjelasan dari Dewan Pers yang selama ini harus memverifikasi ribuan media nasional,” ujar Edi kepada Semarangpos.com.

Edi menyebutkan serat.id merupakan media rintisan AJI Semarang, yang merupakan bagian dari konstituen Dewan Pers. Mereka pun siap memperbaiki kekeliruan jika memang melakukan kesalahan.

“Jika kami salah, maka siap memmperbaiki kekeliruan. AJI Semarang sebagai pendiri sedang mengurus adminsitrasi bagi serat.id. Keberadaan serat.id merupakan bagian dari kebebasan pers yang menjunjung kode etik jurnalistik dan memproduksi karya jurnalistik yang berimbang,” imbuh Edi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya