Panen Mulai Berakhir, Harga Beras Beranjak Naik

Pekerja menata karung beras di pusat penjualan beras kompleks pertokoan Rolikuran Temanggung, Jateng, Rabu (5/9 - 2018). (Antara/Anis Efizudin)
06 September 2018 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Harga beras di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada musim kemarau ini berangsur naik. Saat ini, hampir tidak ada panen padi di daerah tersebut sehingga harga beras beranjak naik harganya.

Pedagang beras di kawasan Rolikuran, Ariyati, menyebutkan harga beras naik antara Rp100/kg hingga Rp400/kg dalam sepekan terakhir. "Dalam sepekan terakhir harga beras berangsur naik, karena pasokan berkurang," katanya di Temanggung, Jateng, Rabu (5/9/2018).

Menurut dia, harga beras jenis premiun naik cukup tinggi antara Rp300/kg hingga Rp400/kg, sedangkan untuk beras ketan naik hingga Rp1.000/kg. "Harga beras ketan memang naik sangat tinggi, tetapi jarang orang menggunakannya karena hanya digunakan untuk jenis masakan tertentu saja," katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga beras karena harga gabah juga naik pada musim kemarau ini dan tempat penggilingan juga tidak mau rugi, maka harus menaikkan harga jual beras. Ia menuturkan selama ini mendapatkan pasokan beras dari beberapa tempat, selain beras lokal Temanggung juga ada pasaokan dari Kutoarjo dan Sragen.

"Kami ada beberapa pemasok, kalau harga sesuai itu yang kami ambil," katanya.

Pedagang lain, Agus, menuturkan meskipun pasokan beras sedikit berkurang, namun kalau minta untuk dikirim, pemasok masih melayaninya. Ia mengatakan pada musim kemarau seperti sekarang hanya beberapa wilayah yang masih bisa panen, terutama di sawah yang menggunakan irigasi teknis, untuk sawah tadah hujan tentu tidak bisa tanam.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara