Konflik Internal Unnes Semarang Disoroti Menristekdikti

Kampus Unnes. (Unnes.ac.id)
06 September 2018 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BALIKPAPAN — Konflik internal di lingkungan Universitas Negeri Semarang menjadi sorotan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. Ia pun mengingatkan perguruan-perguruan tinggi agar sebisa mungkin menghindari konflik internal semacam itu dan secepatnya menyelesaikannya.

Sebagaimana ramai diberitakan, konflik internal meletup di kampus Unnes di Semarang, Jawa Tengah. Rektor petahana, Fathur Rokhman, dituduh melakukan plagiasi atas karya mahasiswanya Anif Rida. Dari upaya mengungkapkan kebenarannya oleh para pihak yang berselisih, jurnalis yang dijadikan kambing hitam dengan dilaporkan ke polisi karena dianggap mencemarkan nama Fathur Rokhman.

"Konflik, apalagi internal, memperlambat kemajuan," tutur Menristekdikti Mohamad Nasir seusai menjadi pembicara pada acara Pengkaderan Nasional 2018 Gerakan Mahasiswa Kosgoro di kampus Universitas Balikpapan, Kamis (6/9/2018) petang, "jangan konflik! Bersinergilah! Bangun komunikasi yang baik antarpihak!"

Di perguruan tinggi, terang Mohamad Nasir, para pihak adalah para pemimpin, seperti rektor, guru-guru besar, dosen, mahasiswa, para staf administrasi. Di perguruan tinggi swasta bertambah dengan para pengurus yayasan.

Persalan internal yang merundung kampus oleh Menristekdikti itu dikemukakan dalam konteks menjawab pertanyaan wartawan tentang akreditasi sejumlah perguruan tinggi yang menurun. Konflik internal itu dijadikannya sorotan, karena pada kenyataannya banyak perguruan tinggi lain yang akreditasinya justru naik.

"Karena perguruan tinggi lain terpacu untuk menjadi lebih baik itu,"tegasnya.

Persaingan itu diharapkan bisa meningkatkan mutu pendidikan tinggi. "Yang tidak memperbaiki diri akan ketinggalan," tegas Menristekdikti.

Bukan hanya di Unnes Semarang, konflik internal saat ini juga tengah merundung  Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Konflik itu juga dipicu pemilihan rektor.

Rektor petahana, Sutarto Hadi, yang maju kembali untuk periode 2018-2022 bahkan melapor ke polisi karena merasa dirinya dicemarkan namanya sebab sejumlah pemberitaan media massa yang mengutip narasumber yang juga berasal dari kalangan Unlam. Karena laporan Sutarto itu, sejumlah pemimpin redaksi media online diperiksa polisi.

"Padahal kalau Sutarto tidak puas pada pemberitaan dia cukup membantah dengan menyampaikan hak jawab, atau kalau perlu hak koreksi, dan media akan segera memuatnya," kata Pemimpin Redaksi Media Online Jejakrekam.com Didi Gunawan yang juga dipanggil penyidik Polda Kalsel.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara