Jateng Dorong Pemda Benahi Infrastruktur Pasar Tradisional

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membersihkan sampah di Pasar Peterongan Semarang. (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
07 September 2018 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari bahwa pasar tradisional dari waktu ke waktu semakin terdesak oleh pasar modern. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota di Jateng didorong memiliki politik pasar, antara lain dengan memperbaiki infrastruktur pasar.

Pasar tradisional yang ada saat ini, disadari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo masih banyak yang belum dikelola dengan baik.  Oleh sebab itu, pemerintah kabupaten dan kota perlu membuat politik pasar, antara lain dengan memperbaiki infrastruktur pasar. 

Menurut Ganjar pasar modern hanya gedung dan cara pembayaraanya yang modern. "Apakah pasar tradisional tidak bisa dibuat seperti itu," tanyanya.

Dia meminta lapak-lapak yang tidak layak dibongkar kemudian diperbaiki, sehingga pedagang akan mendapatkan tempat berjualan yang nyaman dan lebih baik. Ganjar menegaskan membangun pasar harus dengan fasilitas berkualitas, jangan asal-asalan, kemudian dibuat arsitektur yang baik. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membersihkan sampah di Pasar Peterongan Semarang./Bisnis-Alif Nazzala Rizqi

"Pasar tradisional kalau mau mencontoh pasar tradisional di Jepang itu sangat baik. Penataannya bagus, lingkungan pasar bersih dan sistem drainase teratur, sampah dikelola dengan baik sehingga orang datang merasa nyaman," kata Ganjar, Jumat (7/9/2018).

Ganjar mengawali tugas di hari kedua usai pelantikan dengan resik-resik Pasar Peterongan, Kota Semarang. Dari aksi gotong-royong itu, belasan karung berisi sampah berhasil dikumpulkan.

Bersama Sekda Jateng Sri Puryo, Wali Kota dan Wakil Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu, serta para pejabat di lingkungan Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang, Ganjar bergotong-royong membersihkan Pasar Peterongan. Berbekal sapu lidi, Ganjar dan rombongan menyapu dan memunguti sampah yang berserakan di jalan dan sela-sela lapak para pedagang.

Sembari menyapa dan berbincang dengan pedagang dan pengunjung pasar, orang nomor satu di Jateng itu tanpa canggung memungut bermacam sampah kemudian dengan cekatan memasukan ke dalam karung yang ditentengnya.

Aksi yang berlangsung 40 menit itu berhasil mengumpulkan belasan karung berisi sampah, termasuk 56,5 kilogram sampah plastik.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama rombongan saat mengunjungi Pasar Peterongan Semarang./Bisnis-Alif Nazzala Rizqi  

Kehadiran gubernur dan para pejabat dalam kegiatan bertajuk "Resik-resik Pasar" itu membuat kaget para pedagang dan pengunjung di pasar yang berusia ratusan tahun tersebut. Para pedagang tidak menyangka bakal dikunjungi gubernur dan wali kota yang juga membersihkan sampah di sekitar lapak mereka.

"Saya kaget melihat Pak Gubernur datang dan memunguti sampah di depan lapak saya. Tadi sempat tidak percaya, karena selama ini hanya melihat lewat televisi tetapi sekarang saya melihat langsung," ujar salah seorang pedagang Pasar Peterongan, Sarofah.

Pedagang kelapa dan sayuran itu mengaku senang dengan adanya kegiatan gotong royong membersihkan pasar. Terlebih saat pagi yang merupakan waktu paling banyak aktivitas pedagang dan pembeli, sehingga sampah banyak menumpuk di berbagai titik. 

"Pagi ini kami bersama-sama membersihkan sampah di Pasar Peterongan, terutama sampah plastik. Saya akan terus mendorong para pedagang dan semua warga setiap hari Jumat untuk bersih-bersih lingkungan sekitar. Jika ini menjadi tradisi maka pembeli pun menjadi nyaman karena lingkungan bersih dan itu juga berpengaruh baik terhadap kesehatan," kata Ganjar.

Dia mencontohkan di lingkungan Pemprov Jateng sejak Hari Lingkungan Hidup telah dimulai gerakan Jumat bersih. Masing-masing dinas setiap Jumat membersihkan lingkungan yang paling dekat. Apabila semua membiasakan hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan maka diharapkan sungai-sungai bersih, tidak berbau, dan menjadi indah. 

"Saya akan terus mendorong gerakan ini, termasuk ketika saya berkunjung  dan berkeliling daerah akan membersihkan tempat-tempat kumuh agar bersih, mengajak masyarakat menjaga kebersihan, dan ketertiban," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis