Demi Jadi Penerus Kevin Sanjaya, Remaja Tunarungu Ini Jalani Final Audisi Djarum

Muhammad Sayyid Az Zahiri berusaha mengembalikan shuttle cock ke lawannya pada pertandingan Final Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jumat (7/9 - 2018). (Istimewa/Djarum Foundation)
08 September 2018 15:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Prestasi atlet binaan PB Djarum, Kevin Sanjaya, di pentas dunia rupanya menginspirasi para pebulu tangkis muda Tanah Air. Banyak pebulu tangkis muda berbakat yang ingin menjadi seperti peraih medali emas Asian Games 2018 itu.

Salah satunya adalah Muhammad Sayyid Az Zahiri. Meski menyandang tunarungu, remaja asal Cilegon itu tak patah arang. Ia bahkan berani bersaing dengan atlet yang lebih normal untuk bergabung dengan PB Djarum melalui babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Jumat-Minggu (7-9/9/2018).

Dijumpai wartawan seusai menjalani pertandingan pertama, Sayyid mengaku sudah sejak lama ingin menjadi pebulu tangkis profesional. Impian itu pun membuatnya ingin bergabung bersama klub PB Djarum, yang sejak dulu kerap melahirkan pebulu tangkis papan atas dunia, seperti Kevin Sanjaya dan  Tontowi Ahmad.

Muhammad Sayyid Az Zahri (kanan) dan ibunya setelah menjalani pertandingan Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di Kudus, Jumat (7/9/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

 “Ya, sudah lama ingin jadi atlet. Sayyid terinspirasi oleh Kevin Sanjaya dan Lee Chong Wei dari Malaysia,” ujar Sayyid melalui ibunya, Lia Fitria.

Dalam pertandingan pertama babak final Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 itu, remaja kelahiran 25 Juni 2004 itu menelan kekalahan. Atlet binaan PB Sangkuriang itu takluk dari lawannya asal Palembang secara straight game.

 “Iya tadi kalah. Semoga pertandingan lainnya bisa menang. Harapan saya sih bisa mendapat beasiswa dari Djarum,” tutur Lia.

Lia mengatakan Sayyid melaju ke Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 setelah menjalani babak audisi di Cirebon. Keikutsertaan di audisi beasiswa bulu tangkis Djarum itu merupakan yang kali pertama.

Sebagai atlet tunarungu, Lia mengaku putranya dituntut berusaha lebih keras. Meski demikian, selama berlatih Sayyid tak pernah putus asa.

“Awal latihan saja dia sempat minder. Setelah itu enggak lagi. Bahkan, sekarang waktu latihan minta ditambah,” beber Lia.

Manajer PB Djarum, Fung Permadi, mengatakan Sayyid merupakan satu-satunya kontestan audisi beasiswa bulu tangkis yang berkebutuhan khusus. Meski demikian, remaja yang kini duduk di bangku kelas IX SMP itu memiliki skill dan teknik yang mumpuni. Oleh karena kemampuan itu pulalah, Sayyid pun berhak lolos ke babak final setelah diganjar Super Tiket tambahan.

“Kalau dia lolos kemungkinan akan kami salurkan ke pemusatan latihan atlet khusus [paralympic]. Saat ini, kami belum memiliki [metode] latihan untuk atlet berkebutuhan khusus. Kami ada kerja sama dengan atlet yang dari paralympic. Kebetulan pelatihnya juga dari Djarum,” ujar Fung.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya