Polrestabes Semarang Tangkap Penelepon Bom di RS Sultan Agung

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji menjelaskan penangkapan pelaku teror di RS Sultan Agung Semarang, Kamis (6/9 - 2018). (Antara/I.C.Senjaya)
08 September 2018 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Polisi menangkap pelaku teror yang mengirim pesan berisi ancaman peledakan bom ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Selasa (4/8/2018) lalu. Kapoltestabes Semarang Kombes Pol.Abiyoso Seno Aji mengatakan pelaku diketahui bernama Suryana, 32, warga Karawang, Jawa Barat.

"Pelaku ini awalnya mau berobat ke RS Sultan Agung," kata Kapoltestabes Kombes Pol.Abiyoso Seno Aji di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/9/2018).

Saat dalam perjalanan dari Karawang menuju Klaten, pelaku mengaku mengalami sakit di bagian perut sehingga berencana berobat ke rumah sakit itu. Saat datang di instalasi gawat darurat, pelaku diterima oleh petugas keamanan yang selanjutnya diminta untuk mendaftar terlebih dahulu.

Suryana mengaku menunggun sekitar 1,5 jam untuk mendaftar karena petugasnya sedang istirahat. Karena tidak kunjung dilayani, ia kemudian memutuskan pergi dengan kondisi perut masih sakit untuk melanjutkan perjalanan ke Klaten.

Saat perjalanan menuju Klaten itu pelaku mengirim sejumlah pesan singkat ke nomor hotline RS Sultan Agung yang isinya tentang adanya bom yang akan meledak. Suryanan sendiri akhirnya berobat di sebuah puskemas di Klaten.

Pelaku menyadari perbuatannya yang didasarkan atas rasa emosional itu akan berdampak hukum. Ia ditangkap sehari kemudian oleh tim Resmob Polrestabes Semarang setelah melakukan penelusuran.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara