Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018: Soloraya Sisakan 12 Wakil

Seorang peserta Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis menangis di pelukan ibunya setelah dinyatakan tereliminasi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (8/9 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
08 September 2018 19:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Isak tangis mewarnai pengumuman hasil seleksi tahap pertama Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di halaman depan GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (8/9/2018) sore.

Sebagian besar peserta yang tak lolos tampak kecewa hingga tak kuasa menahan air mata. Beberapa peserta yang masih berusia di bawah 15 tahun itu langsung memeluk orang tuanya begitu menitikan air mata.

“Enggak tahu lolos apa enggak? Namaku kok enggak muncul di papan pengumuman?” ujar seorang peserta audisi asal Sragen, Agastya Kumala Ardhianti, saat dijumpai Semarangpos.com.

Pada seleksi tahap pertama Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 itu, ada sekitar 128 peserta yang tereliminasi. Praktis babak audisi final hanya menyisakan 91 orang yang terdiri dari 26 peserta kelompok usia 11 tahun (U-11) putra, 15 orang U-11 putri, 20 orang U-13 putra, 18 orang U-13 putri, 6 orang U-15 putra dan enam orang dari U-15 putri.

Dari 91 peserta yang dinyatakan lolos tahap kedua itu, 12 orang di antaranya berasal dari Soloraya. Mereka yakni Rumaisya Farra Assajda dan Muhammad Nashrulloh Al Habsy dari Boyolali, Khalisha Nur Hanifah Ramadhani, Azifa Ploy Stacy, Giovan Excelino Arissandy, Ikhsan Lintang Pramudya (Klaten), Raditya Yuda Wibowo,  Raziq Ibnu Sabri (Karanganyar), Tegar Alfarisi Jalu Pamungkas, Azranasyah Pandya Adhitia (Sukoharjo) dan Muhammad Gayuh Wijaya (Sragen).

Pelatih PB Djarum, Engga Setiawan, menyebutkan babak seleksi audisi final berlangsung sangat ketat. Saking ketatnya, pihak pelatih maupun pencari bakat pun harus menunda pengumuman eliminasi tahap pertama hingga Sabtu sore.

“Banyak kontestan yang telah menunjukkan kemampuan terbaik. Itu membuat kami kebingungan memutuskan siapa yang layak tereliminasi. Makanya, pengumuman yang seharusnya kita lakukan Jumat [7/9/2018], harus ditunda untuk untuk memberikan kesempatan peserta menunjukkan kemampuan terbaik,” tutur Engga.

Empat Aspek
Engga mengatakan pemain yang lolos tahap pertama merupakan hasil pilihan pelatih dan pencari bakat. Dalam menentukan pilihan, timnya menggunakan empat aspek yang dimiliki para kontestan.

“Keempat aspek yang kami lihat dari peserta adalah teknik, fisik, daya juang, dan strategi [visi bermain]. Bukan berdasarkan hasil selama mereka melakoni pertandingan. Keputusan pelatih juga tidak bisa diganggu gugat,” tutur Engga.

Sementara itu Manajer PB Djarum, Fung Permadi, tak menampik jika pilihan pelatih dilakukan secara subyektif karena tidak didasari hasil pertandingan.

“Memang penilaian kami subyektif. Enggak masalah, yang penting kami bisa memasukan konsep pembinaan yang sesuai dengan yang diinginkan PB Djarum,” tutur Fung.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia