Agastya, Wakil Sragen yang Ingin Jadi Penerus Debby Susanto

Peserta Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis asal Sragen, Agastya Kumala Ardhianti, berfoto bersama sang ayah, Sutikno, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jateng, Sabtu (8/9 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
09 September 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Raut wajah Agastya Kumala Ardhianti tampak lesu. Gadis cilik asal Sragen itu baru saja menjalani pertandingan ketiga pada babak Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (8/9/2018).

Di laga ketiga itu, Agastya kembali menelan kekalahan. Meski demikian, siswa kelas V SDN Banaran V Sambungmacan, Sragen, itu tak kecewa.

“Tadi kalah rubber game. Lawannya lebih bagus. Tapi enggak apa-apa, semoga bisa lolos audisi final, kan penilaian enggak cuma didasarkan hasil,” tutur Agastya saat dijumpai Semarangpos.com di kompleks GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu siang.

Agastya merupakan satu-satunya kontestan asal Kabupaten Sragen di kelompok usia di bawah 11 tahun (U-11). Ia lolos ke babak Audisi Final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 setelah mendapat Super Tiket saat audisi di Kota Solo, beberapa waktu lalu.

Menjadi wakil dari Sragen, Agastya harus menempuh perjalanan sekitar 115 kilometer untuk menjalani audisi di Kudus. Perjalanan ratusan kilometer itu ditempuh dengan menggunakan sepeda motor bersama sang ayah, Sutikno

“Sudah biasa jalan jauh dengan motor. Kalau pas ikut turnamen di luar Sragen olahraga bulu tangkis. Semula ia sempat tertarik untuk menggeluti olahraga beladiri taekwondo.juga naiknya motor. Enggak cape,” tutur bocah berusia 10 tahun tersebut.

Agastya mengaku sudah dua tahun terakhir menggemari

“Saat mau daftar taekwondo di GOR Diponegoro, Sragen, ternyata latihannya sudah tutup. Pas itu ada orang yang latihan bulu tangkis. Ternyata saat main bulu tangkis, pelatihnya bilang mainnya Agastya bagus. Jadi sejak saat itu dia mulai menekuni bulu tangkis,” timpal ayah Agastya, Sutikno.

Untuk berlatih, Agastya mengaku harus menempuh jarak puluhan kilometer setiap harinya. Rumahnya yang berada di Sambungmacan dengan GOR Diponegoro, tempatnya berlatih berjarak 17 km lebih.

Meski demikian, ia mengaku tidak putus asa. Bahkan latihan itu dijalaninya setiap hari mulai pukul 08.00-11.00 WIB dan 14.00-18.00 WIB. Semua itu dilakukan Agastya demi menjadi pebulu tangkis profesional, seperti Kevin Sanjaya maupun Debby Susanto, yang pernah menjuarai All England bersama Praveen Jordan pada 2016.

 “Saya memang memfokuskan olahraga bulu tangkis pada anak saya. Awalnya sih sekadar untuk mengisi waktu luang. Tapi, ternyata anaknya suka dan kerap meraih prestasi,” ujar Sutikno.

Kendati telah berusaha keras, peruntungan Agastya tampaknya tak begitu bagus. Ia harus tereliminasi di babak audisi final.

Meski demikian, putri pertama pasangan Sutikno dan Dyah Puspitasari itu tak putus asa. Ia siap mencoba lagi Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis tahun depan.

“Tahun depan coba lagi. Pokoknya sampai berhasil jadi atlet Djarum,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia