Begini Batang Benahi Fasilitas Air Bersih Warga

Wakil Bupati Batang Suyono meninjau pembangunan sarana air bersih di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Batang, Jateng. (Antara/Kutnadi)
09 September 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang membangun fasilitas air bersih di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Batang, Jawa Tengah senilai Rp1,4 miliar. Langkah itu diambil sebagai upaya membantu warga setempat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan dengan dibangunnya sarana umum itu akan membantu sekitar 150 keluarga di desa setempat untuk mendapatkan air bersih pada saat memasuki musim kemarau. "Fasilitas umum ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat terhadap air bersih. Sebelum dibangun fasilitas umum ini, warga setempat harus berjalan 10 km untuk mendapatkan air bersih dari mata air," katanya di Batang, Rabu (5/9/2018).

Menurut dia, kondisi geografis Desa Pranten berada pada perbukitan ekstrem sehingga untuk menjangkau sumber mata air yang berada di lereng Gunung Prahu warga harus bersusah payah untuk mendapat air bersih. Sumber mata air yang dibutuhkan warga setempat, kata dia, berada perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Batang dengan letak ketinggian 2.500 m di atas pemukaan air laut (mdpl), serta tingkat kemiringan 80 derajat.

"Oleh karena, biaya pembangunan fasilitas air bersih tersebut cukup mahal yaitu mencapai Rp1,4 miliar. Anggaran sebesar itu bukan mark up tetapi karena lokasi dan kondisi geografis yang ekstrem membuat mahalnya ongkos pengiriman material dan pekerja," katanya.

Ia mengapresiasikan kontraktor yang telah menyelesaikan instalasi air bersih sehingga masyarakat dapat menggunakan manfaat air bersih itu setiap harinya. "Penyediaan sarana air bersih ini sangat berharga bagi masyarakat karena mereka sudah menunggu puluhan dan kini sudah dapat dinikmati. Sekarang, mereka sudah tidak lagi menampung air hujan lagi untuk kebutuhan warga," katanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Batang Ari Yudianto mengatakan program air bersih di Desa Pranten sebagai dampak kunjungan bupati dan wakil bupati Batang yang telah melihat secara langsung kondisi wilayah desa yang sudah berstatus darurat air beraih. "Oleh karena, saya ditantang bagaimana caranya warga Desa Pranten dapat menikmati air bersih karena kondisi wilayahnya memang berstatus darurat air bersih. Akan tetapi, alkhamdulillah kini warga Desa Pranten sudah dapat menikmati air bersih dengan mudah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara