Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018: 50 Kontestan Siap Jalani Babak Karantina

Para peserta yang lolos dari babak grand final berfoto bersama di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jateng, Minggu (9/9 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
09 September 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pemandangan kontras terjadi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (9/9/2018) siang. Sebagian besar pebulu tangkis belia tampak bersorak kegirangan, tapi sebagian lagi terlihat menangis dengan mata penuh berkaca-kaca.

Mereka yang menangis sedih merupakan para pebulu tangkis muda yang dinyatakan tak lolos ke babak karantina Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018. Sedangkan yang bersorak kegirangan sambil memeluk rekannya merupakan peserta audisi yang dinyatakan lolos dari babak grand final.

Manager tim PB Djarum, Fung Permadi, menyebutkan ada 50 peserta yang lolos ke babak karantina. 50 kontestan itu terdiri dari 13 atlet putra kelompok usia di bawah 11 tahun (U11), 10 atlet U11 putri, 7 atlet U13 putra, 13 atlet U13 putri, tiga atlet U15 putra, dan empat atlet U13 putri.

“Mereka yang dinyatakan lolos setelah ini akan menjalani babak karantina. Babak karantina akan digelar mulai Senin-Sabtu[10-15/9/2018]. Sabtunya kita umumkan atlet yang berhak meraih beasiswa,” ujar Fung saat dijumpai Semarangpos di GOR Djarum, Jati, Minggu.

Sebelum dinyatakan lolos, peserta yang melaju ke babak karantina harus menjalani pertandingan dengan sistem full games. Ada 65 peserta yang bertanding di babak grand final. Seusai bertanding, mereka dikumpulkan di GOR Djarum untuk menerima amplop yang berisi secarik kertas bertuliskan lolos dan tidak.

Fung menyebutkan para atlet yang dinyatakan lolos itu merupakan pilihan dari para pelatih sekaligus pencari bakat. Mereka dipilih bukan berdasarkan hasil laga yang dilakoni, melainkan dari berbagai aspek.

 “Kalau secara skill sebenarnya semua peserta sudah bagus. Ada peningkatan dari teknik maupun wawasan dalam permainan. Salah satu pertimbangan mungkin daya juang,” beber pria yang akrab disapa Koh Fung itu.

Fung menyebutkan di babak karantina nanti para atlet masih akan menjalani tes seperti fisioterapi, kemampuan teknik, fisik, maupun postur tubuh. “Harapan kami sih bisa menemukan atlet yang spesial, misalnya memiliki smash yang tajam atau semangat juang tinggi,” jelas jawara Jerman Terbuka dan Kanada Terbuka 1990 itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya