BPCB Jateng Kenalkan Minuman Khas Mataram Kuno

Anggota Saka Widya Budaya Bhakti praktik membuat minuman khas Mataram Kuno menggunakan bahan dasar bunga Telang, di kawasan Candi Sojiwan, Prambanan, Klaten, Jateng, Sabtu (8/9 - 2018). (Antara/BPCB Jateng)
10 September 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah terus mengenalkan nilai-nilai cagar budaya salah satunya melalui produk seperti minuman khas Mataram kuno kepada para siswa yang tergabung dalam anggota Saka Widya Budaya Bhakti Kwarcab Klaten.

Koordinator Pokja Publikasi dan Pemanfaatan BPCB Jateng Wahyu Kristanto menjelaskan pilihan mengenalkan produk minuman khas Mataram kuno tersebut diambil dari prasasti dan relief yang ada di Candi Sojiwan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Bertempat di kawasan Candi Sojiwan, Sabtu, sebanyak 40 siswa yang seluruhnya berasal dari SMAN 1 Prambanan anggota Satuan Karya (Saka) Widya Budaya Bhakti Pramuka tersebut mendapatkan pelatihan dari ibu-ibu yang telah lebih dulu menggeluti usaha minuman tersebut. Minuman khas Mataram kuno tersebut berbahan baku bunga Telang atau Clitoria ternatea (tanaman merambat) yang telah dikeringkan terlebih dahulu dengan tahapan yang hampir sama dengan membuat teh.

Para siswa, lanjut Wahyu, tidak hanya diberikan teori mengenai minuman bunga Telang termasuk khasiatnya, tetapi juga praktik membuat minumannya dari awal hingga siap dipasarkan yang biasanya dikemas dalam botol berukuran 350 ml dengan harga Rp15.000. "Nantinya setiap Sabtu dan Minggu, mereka juga akan melakukan sosialisasi kepada pengunjung mengenai minuman bunga Telang dengan memasukkan cerita di balik pembuatan minuman. Jadi memasarkan produk sekaligus edukasi ke masyarakat," kata Wahyu.

Dwi Agustin, warga sekitar Candi Sojiwan menjelaskan minuman dari bunga Telang tersebut biasanya disajikan dalam tiga varian, yakni orisinal, rempah, dan jeruk nipis. "Cara membuatnya, dengan merebus air hingga mendidih, setelah itu memasukkan bunga Telang yang telah dikeringkan. Rasanya hampir mirip seperti teh," kata Dwi yang mengaku biasa membuat minuman bunga Telang dengan rata-rata produksi hingga 70 botol per dua pekan hingga sebulan.

Dwi mengaku, saat ini, pasar minuman bunga Telang masih berasal dari para pengunjung Candi Sojiwan dan dengan pelatihan yang diberikan kepada anggota Saka Widya Bhakti, diharapkan permintaan masyarakat menjadi meningkat.

Erma Sandila Winda Putri, siswi kelas XI SMAN 1 Prambanan yang merupakan salah satu peserta mengaku sebelumnya seluruh peserta telah mendapatkan penjelasan mengenai cara memetik dan pemahaman mengenai khasiat bunga Telang. "Khasiat bunga Telang bisa mencerahkan mata, menghangatkan badan, dan membuat badan menjadi lebih segar. Setelah sebelumnya penjelasan teori, kali ini kami juga mendapatkan pelatihan cara membuat hingga memasarkannya," kata Erma.

Wahyu Kristanto menambahkan, BPCB Jateng ke depan akan terus menggandeng siswa dari sekolah lain yang berada di sekitar Candi Sojiwan, sehingga sosialisasi dan penanaman cinta cagar budaya bisa menyebar kepada banyak generasi muda.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara