Sumber Air Baru Ditemukan di Hutan Jati Gundih Grobogan

Warga Desa Jambangan menggali area yang menjadi sumber mata air di kawasan hutan jati Gundih, Grobogan, Minggu (9/9 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Perhutani Gundih)
11 September 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, GROBOGAN  Sebuah mata air baru ditemukan warga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) di kawasan hutan jati Gundih, Senin (10/9/2018). Penemuan mata air ini pun disambut warga yang tengah mengalami kesulitan akibat kekeringan ekstrem.

Mata air baru ini ditemukan warga di bawah area bebatuan di sekitar tanaman jati. Penemuan mata air ini pun disambut suka cita warga dengan menggelar acara syukuran.

“Ini salah satu bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan. Warga desa yang kesulitan air bersih kini merasa lega atas temuan sumber mata air. Semoga mata air ini bisa menjadi sumber penghidupan di desa,” ujar Kepala Desa Jambangan, Karyadi, dalam siaran pers kepada Semarangpos.com, Senin (10/9/2018).

Penemuan sumber mata air itu bermula dari ide seorang pemuda desa bernama Hadiyanto. Hadiyanto memiliki ide mencari sumber air di kawasan hutan Balai Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Kuncen KPH Gundih.

Pihak Perhutani Gundih yang menerima ide itu pun memberikan respons. Mereka bahkan menerjunkan petugasnya untuk mencari mata air bersama Hadiyanto dan belasan warga.

Dalam proses pencarian sumber air ini warga turut mengajak seorang pawang air, Joyo asal Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan. Atas petujuk sang pawing air inilah belasan warga menecoba mengali tanah bebatuan yang berada di areal hutan jati milik Perum Perhutani KPH Gundih.

Pada penggalian sedalam 1 meter akhirnya muncul sumber air. Namun, saat itu debit airnya masih kecil.

Tapi, ketika penggalian dilakukan lebih dalam sekitar tiga meter. Saat mencapai kedalaman 3 meter itu, debit air bertambah besar dengan volume air mencapai 30 liter per menit.

“Lokasi penemuan sumber air baru ini berada pada petak 72 RPH Genengsari, BKPH Kuncen, KPH Gundih. Saat ini, proses penggalian sumber air masih terus dilakukan,” terang Asisten Perhutani KPH Gundih BKPH Kuncen, Karya.

Karya menyebutkan tempat penemuan sumber air itu memang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perlindungan Setempat (KPS ) yang salah satunya adalah perlindungan sumber air. Namun pihaknya mempersilakan jika sumber air nanti dimanfaatkan warga.

Administratur Perhutani KPH Gundih, Sudaryana, mengatakan meski lahan berbukit banyak bebatuan namun sumber air memang cukup besar. Memang di sekitar kawasan masih banyak terdapat sejumlah pohon berukuran besar.

 “Adanya pohon inilah yang jadi pelindung sumber air di bawah tanah. Untuk itu, kami berharap pada warga agar ikut melestarikan kawasan hutan karena manfaatnya sangat besar,” imbuh Sudaryana.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia