Persediaan Beras Jateng Aman Setahun ke Depan

Pekerja membersihkan gudang beras Bulog. (Bisnis/Paulus Tandi Bone)
11 September 2018 10:50 WIB Alif Nazzala Rizq Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Jawa Tengah memastikan kebutuhan beras di wilayah setempat masih terpenuhi untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Jateng. Stok beras di gudang-gudang Perum Bulog Divre Jateng aman hingga setahun ke depan.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, M. Sugit Tedjo Mulyono, mengatakan dari sisi pengadaan beras hingga kini masih lancar, dengan penyerapan yang sudah mencapai 210.000 ton. Adapun, potensi pengadaan dari daerah yang memasuki masa panen saat ini terdapat beberapa titik di wilayah Sukoharjo, Sragen, Klaten, dan Kendal. 

"Sampai saat ini beberapa daerah memasuki musim panen sehingga penyerapan beras masih lancar dengan stok melimpah. Sedangkan luasan panen cukup besar di wilayah tersebut akan terjadi pada akhir bulan September," katanya dalam keterangan resmi yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (9/9/2018) malam.

Kendati demikian, musim kemarau yang masih berlangsung membuat beberapa daerah mengalami gagal panen. Namun, kondisi tersebut tidak memengaruhi ketahanan pangan Jateng.

Sugit menuturkan, hingga saat ini, tidak ada gejolak kenaikan harga. Bulog bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng pun terus melakukan monitoring di sejumlah pasar tradisional, khususnya pada pasar pencatatan Inflasi Badan Pusat Statistik (BPS).

"Dari hasil monitoring harian di sejumlah pasar tradisional, pasokan beras aman, dan harga masih relatif stabil. Tidak ada gejolak kenaikan harga," ujarnya.

Ditambahkan, dari hasil monitoring Bulog Divre Jateng di Pasar Bulu, Pasar Johar, Pasar Peterongan, Pasar Karangayu, dan Pasar Gayamsari Kota Semarang, diketahui harga beras jenis medium saat ini rata-rata masih di bawah HET, yaitu Rp9.000/kg.

Sugit menjelaskan, selain monitoring, Bulog Divre Jateng pun telah menyiapkan langkah antisipatif jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan harga. Mengandalkan stok yang tersedia, Bulog siap untuk melakukan Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) sampai harga kembali stabil.

"Kami siap menggelar Kegiatan KPSH sampai dengan harga stabil," tambahnya.

Sementara itu, dari kegiatan KPSH yang telah berjalan, Bulog Divre Jateng telah menggelontorkan beras sebanyak kurang lebih 29.000 ton ke 11 Titik Pasar Pencatatan Inflasi BPS maupun 211 titik Mitra Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) di wilayah Jawa Tengah. Jumlah tersebut akan terus bertambah sesuai permintaan dan kebutuhan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis