Gubernur Ganjar Akui Tantangan Jateng 5 Tahun Mendatang

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (depan, kanan) dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin (kiri, depan) saat menghadiri pesta rakyat "Tasyukuran Warga Jawa Tengah" di halaman Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Jateng, Jumat (7/9 - 2018). (Antara/R. Rekotomo)
11 September 2018 06:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui provinsi yang dipimpinnya selama lima tahun ke depan itu akan menghadapi tantangan yang tak enteng. Bahkan meski dalam periode sebelumnya, ia banyak meraih pencapaian positif.

"Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berfluktuasi positif dari 5,14% tahun 2013 menjadi 5,54% pada triwulan III tahun 2018. Angka ini lebih baik dibandingkan perekonomian nasional di periode yang sama, yakni 5,06% year on year," papar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (10/9/2018).

Untuk pencapaian pengurangan kemiskinan per Maret 2018 sebesar 11,32% atau turun sebanyak 3,24% dari capaian awal Maret 2013, yaitu 14,56%. Dari angka tersebut, bisa dihitung, rata-rata penurunannya sebesar 0,65%/ tahun.

Sehingga, simpulnya, jika dilihat dari trendline kinerja penurunan kemiskinan Maret 2013-Maret 2018, semakin baik. Bahkan pada Maret 2017-Maret 2018 menunjukkan kinerja penurunan kemiskinan tertinggi selama periode lima tahun, yakni 1,69%.

"Jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia, kinerja penurunan penduduk miskin di Jateng periode September 2017 sampai Maret 2018 merupakan yang tertinggi. Jumlahnya turun 300.290 jiwa atau turun 0,91%," tuturnya.

Pada aspek pembangunan sumber daya manusia, indeksnya mengalami peningkatan dan termasuk dalam kategori tinggi. Pada 2017, IPM nya 70,52, naik 0,54 poin dari 2016 yang berada di angka 69,98. Tiap komponen pembentuk IPM, lanjut Ganjar, memang meningkat. Namun, yang masih perlu dipacu adalah rata-rata lama sekolah yang masih di angka 7,27 tahun.

"Memperhatikan segala pencapaian kinerja pembangunan, PR yang belum terselesaikan dan berbagai masukan serta pertimbangan para pakar selama ini, maka lima tahun ke depan pembangunan Jateng kami prioritaskan pada penguatan kualitas SDM," tandas dia.

Prioritas tersebut, sambung dia, juga didasarkan pada tantangan pembangunan yang semakin kompleks ke depan. Hanya kesiapan SDM berkualitas yang akan dapat menjawab tantangan tersebut. Karena itu, pihaknya berharap dewan bisa memberikan dukungan untuk meningkatkan anggaran pada sektor pembangunan SDM.

"Seiring penambahan anggaran pada sektor ini, kami akan memberikan lebih banyak lagi bantuan kepada lembaga-lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren dan sebagainya.Kami akan selalu mendorong bantuan yang diberikan bukan hanya untuk membangun fasilitas, tetapi juga penguatan karakter anak maupun masyarakat Jawa Tengah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis