Malam 1 Sura, Ritual Ini yang Dilakukan Para Seniman di TBRS Semarang

Seorang warga tengah melakukan ritual mandi pada malam 1 Sura di Sendang Mintoloyo, Kota Semarang, Senin (10/9 - 2018) tengah malam. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
11 September 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Bagi masyarakat Jawa malam 1 Sura dianggap sebagai malam yang sakral. Banyak masyarakat Jawa yang memperingati malam pergantian Tahun Baru Islam itu dengan berbagai tradisi, seperti tirakatan maupun kungkum di sumber mata air yang dianggap keramat, tak terkecuali dengan para seniman di Kota Semarang.

Para seniman muda Kota Semarang yang tergabung dari berbagai komunitas menggelar acara malam 1 Sura di Sendang Mintoloyo, Senin (10/9/2018). Mereka menggelar berbagai acara mulai dari kenduri, pentas seni, hingga mandi tengah malam di sendang yang terletak di belakang kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang itu.

Ketua Forum Teater Kampus Semarang (Fotkas), Syarifuddin Affandi, mengatakan ritual malam 1 Sura di Sendang Mintoloyo itu rutin digelar setiap tahunnya oleh kelompok seniman di Kota Semarang.

“Kesempatan berkumpul di Sendang Mintoloyo ini, selain untuk merayakan Tahun Baru Islam juga kami gunakan untuk bersih-bersih sendang. Bersih-bersih area sendang akan menggugah kesadaran kami sebagai manusia dan wujud terima kasih serta syukur kepada Tuhan atas sumber air yang telah lama ada di area ini,” tutur Syarifuddin kepada Semarangpos.com, Senin malam.

Sebagai sumber air, Sendang Mintoloyo telah lama menjadi sumber kehidupan warga yang ada di sekitar TBRS Semarang. Konon, sendang ini ditemukan oleh tokoh masyarakat yang bernama Ki Mintoloyo, yang makamnya hanya berjarak beberapa meter dari sumber mata air tersebut.

Syarifuddin menambahkan acara malam 1 Sura pada tahun ini digelar dengan tema Sura Wiwitan Adus Sendang. Dengan tema itu diharapkan tradisi mandi di Sendang Mintoloyo saat malam 1 Sura bisa terus terjaga.

“Mandi pada malam 1 Sura dimaksudkan sebagai ritual membersihkan diri, supaya kembali suci dalam menjalani kehidupan di tahun berikutnya,” terang Syarifuddin.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia