Api Lalap Ratusan Hektare Hutan Gunung Sindoro dan Sumbing

Kebakaran kawasan hutan Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jateng terlihat dari Kota Temanggung seperti barisan obor dari bawah menuju puncak. (Antara/Heru Suyitno)
11 September 2018 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Api sejauh ini sudah melalap ratusan hektare kawasan hutan savana di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Akibat kebakaran hutan di Gunung Sindoro yang berlangsung sejak Jumat (7/9/2018) itu, hutan yang berada di bawah pengelolaan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara Perum Perhutani itu hangus terbakar. Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana, BPBD Kabupaten Temanggung, Edi Muryanto di Temanggung, Selasa (11/9/2018), menyebutkan total luas lahan yang terbakar mencapai 245,1 hektare.

Sedangkan di Gunung Sumbing, api yang muncul kali pertama di hari Senin (10/9/2018) petang telah melahap sekitar 239 hektare alang-alang di petak 20-1. Menurut dia, meluasnya kebakaran di dua gunung tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain keringnya vegetasi padang ilalang serta kencangnya hembusan angin sehingga nyala api mudah sekali untuk merambat.

"Kalau pemicunya, kami hanya memprediksi bisa karena alam atau ulah manusia sehingga menimbulkan nyala api yang akhirnya meluas seperti ini," katanya.

Ia menuturkan guna menghindari berbagai kemungkinan kebakaran yang semakin parah, petugas gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, relawan, Perhutani, dan BPBD langsung terjun ke lokasi bernyala api. Mereka melakukan pemadaman secara manual, seperti membuat sekat di sekitar kobaran api.

"Termasuk kegiatan pemantauan yang kami lakukan secara terus menerus di berbagai titik posko. Di samping upaya pemadaman, petugas yang terjun di lapangan juga meminta turun para pendaki yang masih di puncak gunung atau melarang mereka yang akan naik gunung, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Korlap SAR Jawa Tengah Sutikno mengatakan kobaran api di Gunung Sindoro yang merambat ke arah selatan dapat mengancam alat seismograf yang dipasang oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Posko Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Ia menuturkan saat ini jarak terdekat api dengan alat tersebut berkisar 100 m.

"Kami telah membuat penyekatan di sekitar lokasi alat seismograf di Posko Katekan. Jangan sampai alat yang memiliki fungsi vital tersebut terbakar," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara