Jadi Lumbung Emas di Asian Games 2018, Ini Harapan Pesilat Indonesia

Pesilat Indonesia Hanifah Yudani Kusumah (kanan) menyerang pesilat Thailand Adilan Chemaeng (kanan) dalam babak semifinal Kelas C Putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (26/8). (Antara - Inasgoc/Melvinas Priananda)
12 September 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pencak silat menjadi cabang olahraga andalan Indonesia pada Asian Games 2018. Cabang olahraga bela diri tradisional itu menjadi lumbung emas Merah Putih pada pesta olahraga terbesar Asia yang digelar di Palembang dan Jakarta, 18 Agustus-2 September itu.

Pada Asian Games 2018, pencak silat untuk kali pertama dipertandingkan. Dalam debutnya itu, para atlet tuan rumah mampu tampil superior dengan menyabet 14 medali emas dari 16 nomor yang dipertandingkan.

Berkat sumbangan medali di pencak silat itu, posisi Indonesia dalam perolehan medali pun mampu terdongkrak. Jika pada Asian Games sebelumnya Indonesia gagal menembus lima besar, kini Kontingen Merah Putih mampu menempati posisi keempat dalam daftar perolehan medali, dengan torehan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

Meski demikian, sukses dari pencak silat itu bisa saja tidak terulang pada Asian Games berikutnya. Hal itu dikarenakan Asian Games berikutnya, yakni 2022, Indonesia tidak lagi menjadi tuan rumah.

Asian Games 2022 akan digelar di Hangzou, Tiongkok. Tiongkok yang akan menjadi tuan rumah belum tentu akan memperlombakan pencak silat pada Asian Games 2022.

Kendati demikian, pelatih kepala tim pencak silat Indonesia, Rony Syaifulloh, optimistis pencak silat akan kembali digelar di Asian Games 2022. Keyakinan itu tak terlepas dari kehadiran presiden pencak silat Tiongkok saat Asian Games 2018 digelar.

“Presiden pencak silat China [Tiongkok] kemarin hadir. Ia memonitor langsung jalannya pertandingan pencak silat di Asian Games. Ia ingin mempelajari bagaimana cara pencak silat digelar. Semoga dengan kedatangannya, pencak silat bisa kembali dipertandingan dalam Asian Games berikutnya,” ujar Rony saat berbincang dengan Semarangpos.com di Semarang, Selasa (4/9/2018).

Meski demikian, Rony tak yakin apakah Tiongkok selaku tuan rumah nantinya akan menggelar nomor pencak silat sebanyak saat Asian Games di Indonesia. Oleh karenanya, ia pun meminta pemerintah Indonesia bersama Inasgoc dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) turun tangan untuk melobi pihak penyelenggara agar olahraga bela diri tradisional itu bisa dipertandingkan.

“Kita butuh lobi-lobi dari pemerintah, Inasgoc, dan PB IPSI ke China. Lobi-lobi itu diperlukan agar pencak silat bisa kembali dipertandingkan dan menjadi andalan indonesia,” ujar mantan juara dunia pencak silat asal Solo itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya