Kuatkan Perekonomian, Jateng Fokus Benahi UMKM

Kursi karya UMKM. (Bisnis)
12 September 2018 02:50 WIB Alif Rizki Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan fokus mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penguatan ekonomi daerah. Hal itu, mengingat potensi UMKM di Jateng yang cukup menjanjikan, sehingga pemerintah terus mendorong pertumbuhannya.

Adapun, UMKM binaan Provinsi Jateng telah mencapai 138.233 unit. Jumlah UMKM binaan tersebut naik 3,41% dari jumlah UMKM binaan Pemprov Jateng hingga akhir 2017 yang berjumlah 133.679 unit.

Pada kuartal I/2018 tambahan UMKM tersebut mencapai 2.528 unit. Sementara itu, pada kuartal II/2018, tambahannya sedikit menurun jadi 2.026 unit.

Sektor perdagangan menyumbang UMKM terbanyak dengan mencapai 50.948 unit. Menyusul di belakangnya bidang produksi nonpertanian sebanyak 47.487 unit, bidang pertanian 23.066 unit, dan bidang jasa 16.733 unit.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan usaha kecil akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk mengembangkan perekonomian masyarakat. Pemprov akan memfasilitasi kepada UMKM yang ingin maju dan mengembangkan usahanya.

"UMKM sedang digenjot agar semakin maju, dengan memberikan edukasi mengenai permodalan. Disisi lain, beberapa kemudahan usaha seperti pelonggaran perizinan kepada para pelaku UMKM di Jawa Tengah," kata Ganjar Pranowo, Selasa (11/9/2018).

Ganjar mengungkapkan, Pemprov Jateng bersama dengan daerah lain telah memperjuangkan pajak UMKM agar semakin rendah. Ini terbukti dengan pajak untuk UMKM yang hanya 0,5%, sehingga meringankan pelaku UMKM.

Menurutnya, kolaborasi antara UMKM dengan sektor pariwisata akan memberikan dampak positif untuk mendongkrak pertumbuhan. Sebab, UMKM dan pariwisata berkesinambungan meningkatkan ekonomi suatu daerah.

"Kami beberapa waktu lalu dengan daerah lain berjuang agar pajak UMKM ditekan serendah mungkin. Nah ini yang harus dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memajukan usahanya," tegas Ganjar.

Di sisi lain, Kepala Kanwil DJP Jateng I Irawan menuturkan aset seluruh UMKM di Jateng berjumlah Rp26,7 triliun dengan omzet mencapai Rp50 triliun. Untuk itu, Kanwil DJP terus menggenjot potensi pajak yang cukup banyak melalui sektor UMKM.

Lebih lanjut, pihaknya menerangkan bagi para pelaku UMKM yang ingin membayar PP 23 dengan cara mengalikan 0,5% dengan jumlah omzet dalam sebulan. "Para pelaku UMKM kini bisa lebih mudah dan murah dalam membayar pajak, serta kepatuhan pelaku UMKM dalam membayar pajak meningkat," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis