Wali Kota Optimistis Semarang Jadi Poros Maritim

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menyampaikan kuliah umum di Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran Semarang, Senin (10/9 - 2018). (Antara/Humas Setda Kota Semarang)
12 September 2018 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi optimistis Semarang yang dijuluki Kota Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat (ATLAS) itu bisa menjadi poros maritim Indonesia dengan mengulang sejarah sebagai pusat perdagangan dari jalur sutera.

"Sejarah menyebutkan bahwa Semarang adalah pusat perdagangan di Indonesia yang menjadi bagian penting dari aktivitas perdagangan dunia melalui jalur sutera," kata Hendi—sapaan akrab politikus PDI Perjuangan itu—saat menjadi pembicara pada kuliah umum yang berlangsung di kampus Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran Semarang, Jateng, Senin (10/9/2018).

Hendi menyebutkan setidaknya ada dua tantangan yang dihadapi Kota Semarang untuk membangun kembali poros maritim, yakni penataan infrastruktur dan penambahan nilai pemanfaatan kekayaan laut. Apabila dua tantangan tersebut mampu diupayakan penyelesaiannya secara bersama-sama, kata dia, Semarang akan cepat mewujudkan diri kembali sebagai poros maritim di Indonesia.

"Sejarah tersebut harus kita bangun kembali. Semarang konon daerah maritim yang hebat, namun kenyataannya banyak potensi yang terbangun baik, baik sisi infrastruktur maupun pemanfaatan kekayaan laut," katanya. Artinya, simpul dia, menjadi tugas para lulusan kelautan untuk bersama-sama Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan potensi kemaritiman di Kota Semarang agar mengulang kejayaan masa lalu.

Selama ini, kata dia, Pemkot Semarang terus berupaya menata kawasan pesisir yang menghadapi permasalahan rob dan banjir dengan berbagai cara, seperti penataan sistem drainase dan pembangunan kolam retensi. "Tidak hanya itu, dilakukan pula normalisasi sungai-sungai hingga penataan permukiman nelayan di kawasan pesisir Tambaklorok Semarang yang rencananya disulap menjadi kampung bahari," katanya.

Untuk pemanfaatan kekayaan laut, kata dia, belum tergarapnya potensi tersebut sebenarnya terlihat dari nilai ekspor nonmigas, yakni sektor perikanan yang nilainya masih sangat kecil. "Nilai ekspor nonmigas, khususnya perikanan dan makanan selama ini masih kurang karena cara menjual ikan masih sederhana. Ke depan, kami butuh pemikiran adik-adik sekalian untuk memberikan nilai tambah produk perikanan," kata Hendi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina ATP Veteran Ayun Afroh menjelaskan lembaga pendidikan tersebut memiliki tiga program studi, yakni teknik permesinan kapal, teknik kelistrikan kapal, dan teknik bangunan kapal. Ia mengatakan ATP Veteran Semarang siap bersinergi dengan Pemkot Semarang untuk mewujudkan Semarang sebagai poros maritim dengan memanfaatkan berbagai potensi kemaritiman yang selama ini belum tergarap optimal.

"Sekolah ini merupakan pendidikan tinggi vokasi untuk mencetak lulusan yang terampil di bidang perkapalan. Kami berharap bisa menunjang pembangunan Indonesia yang mayoritas maritim, termasuk Semarang," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara