Computer Assisted Test Seleksi CPNS 2018 Disimulasikan Juga di Semarang

Peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem computer assisted test (CAT) CPNS Kementerian Hukum dan HAM 2017 kualifikasi pendidikan SMA/sederajat di Kantor Regional I BKN Yogyakarta Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/9 - 2018). (Antara/Andreas Fitri Atmoko)
12 September 2018 13:50 WIB Yusran Yunus Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 bakal kembali menggunakan sistem computer assisted test (CAT) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN), baik untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Guna menyosialisasikan apa dan bagaimana operasional sistem CAT tersebut, beberapa kantor regional BKN menggelar simulasi dengan jumlah peserta terbatas, termasuk di Semarang.

Pada Selasa (11/9/2018) kemarin misalnya, Kanreg III Bandung menggelar simulasi dengan jumlah peserta dibatasi hanya 500 orang. Hanya dalam tempo 12 jam setelah pengumuman pendaftaran simulasi dibuka, kuota 500 orang tersebut langsung terisi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), simulasi serupa digelar di Kantor UPT BKN Sorong pada 12-13 September, dengan kuota 500 orang.  Kemudian pada pekan depan, juga digelar di kantor Kanreg I BKN Yogyakarta dengan kuota 500 orang dan UPT BKN Semarang dengan kuota 250 orang. Simulasi untuk dua kota ini digelar pada Senin, 17 September 2018.

Untuk pelaksanaan simulasi CAT BKN ini, peserta tidak dipungut biaya.

Pemerintah sudah mengumumkan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun pengadaan 2018 dengan jumlah formasi 238.015 posisi, terdiri atas 51.271 posisi untuk instansi pemerintah pusat (76 kementerian/lembaga) dan 186.744 posisi untuk instansi pemerintah daerah (pemda) meliputi 525 pemda.

Pendaftaran akan dimulai dibuka pada 19 September 2018 melalui portal official https://sscn.bkn.go.id. Untuk proses seleksi sendiri akan menggunakan sistem computer assisted test (CAT) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). SKD merupakan salah satu tahapan penting, di mana pada tahap ini hanya diikuti oleh para pelamar yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi. Sebagaimana pelaksanaan tahun lalu, SKD kali ini juga menggunakan sistem CAT dan kelulusan menggunakan nilai ambang batas (passing grade/PS). Nilai SKD memiliki bobot 40%, sementara SKB 60%.

Sebagaimana dikutip dari laman Kementerian PANRB, https://menpan.go.id/, setiap peserta SKD harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal,  dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. NKRI ini mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global serta kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi. Yakni kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan. Selain itu, kemampuan numerik atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka. Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5 dan yang salah nilainya nol (0).

TIU juga untuk  menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram. Kemudian kemampuan berpikir logis atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik. Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

TKP berisikan soal-soal yang mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat berprestasi. Selain itu, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas. Juga kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerjasama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Berbeda dengan dua kelompok soal sebelumnya, TWK dan TIU, nilai untuk kelompok soal ini terbesar 5 dan tidak ada nilai nol (0) untuk setiap jawaban. Karena itu peserta diimbau untuk menjawab seluruh soal TKP.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya