Temukan 44.066 Pemilih Ganda, Bawaslu Jateng Desak KPU Perbaiki DPT

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Muhammad Rofiuddin. (Facebook.com)
13 September 2018 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) menemukan 44.066 pemilih ganda di berbagai daerah dalam proses penyisiran data pemilih tetap (DPT) dalam Pemilu 2019.

Koordinator Divisi Humas Bawaslu Jateng, Rofiuddin, mengatakan temuan itu paling banyak ditemukan di Kabupaten Banyumas. “Temuan pemilih ganda terjadi hampir merata di 35 kabupaten dan kota di Jateng. Tapi yang terbanyak di Banyumas, mencapai 6.777 pemilih,” ujar Rofiuddin saat dijumpai Semarangpos.com di Hotel Grasia, Kota Semarang, Rabu (12/9/2018).

Sementara itu temuan pemilih ganda terbanyak kedua terjadi di Purworejo, yang mencapai 4.402 pemilih. Sedangkan di Kudus dan Kabupaten Magelang, Bawaslu menemukan sekitar 3.000 pemilih ganda. Sedangkan temuan paling sedikit terdapat di Kabupaten Pekalongan. Di wilayah pesisir Jateng itu, Bawaslu hanya menemukan 52 data pemilih ganda.

Rofiuddin menambahkan adanya data pemilih ganda itu disebabkan beberapa faktor. Salah satu faktor, yakni kesalahan pendataan petugas yang mencantumkan nama pemilih dua kali. “Faktor lainnya ada pemilih yang sudah meninggal [tidak memilih hak pilih] tapi dimasukkan. Hal-hal seperti ini yang membuat data pemilih menjadi double,” ujar mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang itu.

Dengan penemuan ganda itu, Rofiuddin pun meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng untuk segera melakukan perbaikan, sebelum memutuskan DPT pada Pemilu 2019. Sementara, daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pemilu 2019 telah ditetapkan KPU Jateng sejak 20 Juni 2018, yakni 27.506.202 pemilih.

“Ini kan penetapan DPT untuk Pemilu 2019 juga tengah ditunda oleh KPU. Jadi mumpung ditunda, kami minta untuk diperbaiki. Kenapa harus diperbaiki? Kalau tidak diperbaiki akan mempengaruhi anggaran juga. Anggaran jadi semakin membengkak, selain itu juga berpotensi merusak proses demokrasi dan menimbulkan kecurangan atau penggelembungan suara,” beber Rofiuddin.

Rofiuddin menyebutkan pada Pemilu 2019 nanti akan ada sekitar 115.186 tempat pemungutan suara (TPS) yang menggelar pemungutan. TPS itu tersebar di 8.559 desa dari 573 kecamatan di 35 kabupaten/kota di Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia