Jafri Sastra Beberkan Kunci Kemenangan PSIS Semarang di Kandang PSMS Medan

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra. (dok. Solopos/M. Khodiq Duhri)
13 September 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, mengaku gembira dengan kemenangan timnya atas PSMS Medan pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan, Rabu (12/9/2018) sore. Eks pelatih Persis Solo itu pun menilai kemenangan timnya tak terlepas dari kerja keras para pemain di lapangan dan sabar dalam menerapkan strategi.

Dalam laga yang disiarkan secara langsung stasiun televisi Indosiar itu, PSIS Semarang sukses menaklukan PSMS Medan dengan skor 3-2. Ketiga gol PSIS Semarang masing-masing dilesakkan Bayu Nugroho pada menit ketujuh, Bruno Silva pada menit ke-75, dan Hari Nur Yulianto di masa injury. Sementara dua gol tuan rumah diciptakan oleh Sohei Matsunaga pada menit ke-81 dan 87.

Kemenangan ini merupakan yang kali pertama diraih PSIS Semarang di kandang lawan selama kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Kemenangan ini juga cukup fantastis mengingat sebelum laga kontra PSMS Medan, PSIS Semarang dilanda berbagai masalah.

“Ini kemenangan yang luar biasa. Kemenangan anak-anak. Sebelum berangkat banyak masalah yang mendera kami, mulai dari banyak pemain cedera dan satu pemain asing [Abou Bakr El-Mel] kembali ke negaranya,” ujar Jafri dalam keterangan resmi seusai pertandingan.

Tak cukup sampai di situ masalah yang menimpa PSIS Semarang. Empat menit sebelum laga, dua pemain pilar tim berjuluk Mahesa Jenar itu juga mengalami masalah sehingga tak bisa diturunkan. Kedua pemain itu, yakni kiper Jandia Eka Putra dan bek asal Serbia, Petar Planic.

“Jandia mengalami masalah pada bahu, sedang Petar muntah-muntah akibat sakit perut sehingga tak bisa diturunkan. Namun, kami punya keyakinan. Siapa pun yang bermain harus bisa meraih tiga poin. Alhamdulillah, berkat kerja keras pemain, fokus di lapangan, dan bisa menghindari tekanan lawan, akhirnya kami bisa,” ujar Jafri.

Jafri mengaku sebelum pertandingan, dirinya memang sempat mengamati permainan PSMS Medan. Pengamatan itu pun membuatnya percaya diri menerapkan strategi pada tim untuk mengatasi tekanan tuan rumah.

“Saya sering nonton PSMS Medan. Ada perubahan dalam strategi yang diterapkan PSMS tadi. Mereka main dengan back three [tiga pemain belakang]. Meski pun akhirnya tadi kembali keempat back,” imbuh Jafri.

Sementara itu, gelandang PSIS Semarang, Bayu Nugroho, menilai kemenangan atas PSMS Medan itu bisa mendongkrak mental rekan-rekannya. Ia pun berharap performa positif itu bisa dipertahankan di laga berikut.

“Kemenangan ini sangat penting. Semoga di pertandingan ke depan kami bisa terus menang dan terhindar dari degradasi,” imbuh Bayu.

Berkat kemenangan ini, PSIS Semarang memang belum beranjak dari zona degradasi atau posisi kedua terbawah dalam klasemen Liga 1 Indonesia. Meski demikian, PSIS Semarang mampu memperlebar jarak dengan PSMS Medan yang saat ini berada di posisi juru kunci. PSIS Semarang saat ini mengantongi nilai 23 atau terpaut empat poin dari PSMS Medan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya