Sempat Padam, Api Kembali Membakar Hutan di Gunung Sindoro

Helikopter pengangkut air yang akan dioperasionalkan memadamkan kebakaran hutan di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terparkir di kawasan Kledung, Temanggung, Kamis (13/9 - 2018). (Istimewa/Humas BPBD Jateng)
14 September 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Api yang membakar lahan dan hutan di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), sempat padam pada Rabu (12/9/2018) malam. Namun, api itu kembali menyala dan membakar lahan hutan, Kamis (13/9/2018) pagi.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, mengatakan ada dua titik api baru yang ditemukan pada Kamis pagi. Kedua titik api itu ditemukan di area petak 10-1 dan 10-4.

“Tadi malam sempat padam, tapi pagi tadi menyala lagi. Kalau enggak salah di area petak 10-1 dan 10-4. Tapi pastinya ada dua titik api,” tutur Gito saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis siang.

Kebakaran yang melanda hutan di lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro itu telah terjadi sejak enam hari lalu atau Jumat (7/9/2018). Selama enam hari itu, api telah menghanguskan lahan seluas 385,6 hektare di Gunung Sindoro dan 393,4 hektare lahan di hutan lereng Gunung Sumbing.

Demi mengatasi kebakaran hutan itu, pihak BPBD Kabupaten Temanggung telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendatangkan helikopter pengangkut water bombing.

Meski demikian, Gito mengaku pihaknya belum mengetahu kanal air mana yang akan digunakan untuk menyuplai water bombing itu.

“Kita akan koordinasi dengan tim helikopter, mana air yang bisa diambil serta titik-titik mana saja yang bisa dipadamkan dengan peralatan itu,” ujar Gito.

Gito menambahhkan kemungkinan air yang akan digunakan water bombing nanti berada di DAM Selis dan sumber air di daerah kembang sari.

“Informasi yang kami peroleh, water bombing nanti bisa mengangkut air sekitar 500 liter. Tapi, saya belum tahub berapa luas lahan yang bisa dipadamkan dengan peralatan itu,” tuturnya.

Terpisah, Kalakhar BPBD Jateng, Sarwa Pramana, menyebutkan helikopter pengangkut air itu saat ini telah berada di wilayah Kledung, Temanggung. Namun, helikopter itu belum tentu bisa beroperasi untuk mengangkut air memadamkan kebakaran hutan.

“Baru akan survei, kira-kira medannya bisa enggak dilakukan operasi,” tutur Sarwa dalam pesan singkat kepada Semarangpos.com, Kamis petang.

Sarwa menambahkan kebakaran hutan yang melanda Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro itu diperkirakan menelan kerugian hingga Rp140 juta. Kerugian itu terbilang minim karena yang terbakar hanyalah semak-semak dan bukan pohon jenis langka atau produktif.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya