Helikopter BNPB Sulit Jangkau Lokasi Kebakaran, Water Bombing Batal

Kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing. (Istimewa/Humas BNPB)
14 September 2018 17:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Upaya pemadaman kebakaran hutan di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dengan menggunakan metode water bombing rupanya sulit terlaksana. Hal itu dikarenakan helikopter pengangkut air tidak bisa menjangkau lokasi api.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, mengatakan helikopter pengangkut air milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebenarnya sudah datang ke lokasi. Helikopter bahkan sudah melakukan survei lokasi kebakaran, Kamis-Jumat (13-14/9/2018) pagi.

“Tapi water bombing sulit dilakukan. Uji coba tadi juga tidak bisa, karena kemampuan helikopter hanya sampai di 8.500 feet [kaki],” tutur Gito saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat.

Gito menyebutkan saat uji coba dilakukan helikopter tidak membawa air. Namun saat sampai di lokasi, helikopter justru turun karena tak mampu terbang di atas ketinggian yang ditentukan.

Sementara itu, disinggung rencana mendatangkan pawang hujan jika water bombing tak bisa dilakukan, Gito mengaku hal itu juga belum bisa direalisasi. Pawang hujan belum bisa digunakan karena akan mengganggu tanaman petani tembakau yang saat ini tengah masa panen dan menjemur.

Padahal, kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro saat ini telah memasuki hari ketujuh. Selama tujuh hari, kebakaran telah melahap sekitar 385,6 ha di lereng Gunung Sindoro dan 478,4 ha di lereng Gunung Sumbing.

“Untuk saat ini kami masih koordinasi dengan BNPB, apakah nanti perlu didatangkan heli yang lebih besar. Untuk saat ini kami melakukan penanggulangan secara manual dengan melakukan penyekatan agar api tidak meluas,” ujar Gito.

Gito menambahkan si jago merah masih menyala di area Petak 10-1 dan 10-4 di Gunung Sindoro. Sedangkan di Gunung Sumbing di area Petak 27-1 dan 27-2.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya