Cari Petunjuk Baru Pembunuhan PK Cantik Sunan Kuning, Polisi Periksa 7 Saksi

Warga berkerumun di depan Wisma Mr. Classic, lokasi pembunuhan PK Sunan Kuning, Kamis (13/9 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
14 September 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Kota Semarang terus mengumpulkan petunjuk untuk mengungkap kasus pembunuhan lady companion (LC) atau yang populer disebut pemandu karaoke (PK) Wisma Mr. Classic di kompleks hiburan malam Sunan Kuning.

Hingga Jumat (14/9/2018), polisi bahkan sudah memeriksa tujuh orang saksi terkait pembunuhan PK bernama Ayu Sinar Agustin alias Ninin, 23, warga Petabon, Kendal, Jawa Tengah (Jateng).

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Doni Listiyanto, menyebutkan tujuh saksi yang diminta keterangan itu merupakan warga yang berada di sekitar lokasi pembunuhan. Meski demikian, Doni tak menyebut secara detail ketujuh saksi itu.

“Hingga saat ini sudah ada tujuh saksi yang kita periksa untuk mencari petunjuk kasus itu. Mereka merupakan warga di sekitar lokasi, ada yang dari rekan seprofesi korban maupun pedagang makanan,” ujar Doni saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat sore.

Doni berharap kasus kematian PK Sunan Kuning itu bisa segera terungkap. Pihaknya mengaku telah  mengantongi beberapa petunjuk baru untuk mengungkap pelaku.

“Petunjuk baru pastinya ada. Tapi saat ini kami belum bisa ungkapkan karena masih proses penyelidikan. Nanti saja kalau sudah pasti,” tutur Kapolsek.

Sementara itu, hingga kini Wisma Mr. Classic yang berada di kompleks Sunan Kuning Kampung Argorejo Gang III RT 003/004, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, masih ditutup. Tempat hiburan malam itu belum diizinkan beroperasi dan masih dipasang police line karena masih digunakan untuk penyelidikan.

“Wisma masih kita tutup. Nanti kalau kekurangan barang bukti kan bisa ke sana,” tutur Doni.

Di Wisma Mr. Classic itu, Ninin yang dikenal pendiam dan berparas cantik ditemukan tewas tanpa busana, Kamis (13/9/2018) siang. Korban yang meninggalkan satu orang putri itu ditemukan tewas oleh pekerja kebersihan di wisma itu, Nur.

Selain ditemukan tanpa busana, mayat korban juga berbau bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Kendati demikian, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang sudah bekerja sebagai PK di kompleks prostitusi Sunan Kuning sejak bertahun-tahun itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya