Ganjar Pranowo Janjikan Perda Obligasi Daerah

Ilustrasi keuangan daerah. (Bisnis)
14 September 2018 22:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Bisnis.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membuat peraturan daerah (perda) mengenai obligasi daerah. Perda itu diharapkannya bisa mendukung pembangunan daerah yang berintegrasi karena banyak sekali potensi ekonomi yang harus ditumbuhkan terutama yang berorientasi ekspor ke luar negeri.

Janji Perda Obligasi Daerah itu dikemukakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Jumat (14/9/2018). Perda itu nantinya disusun dengan pendampingan OJK.

Dikatakan Ganjar, usulan mengenai penerbitan perda mengenai obligasi daerah sudah mendapatkan persetujuan dari DPRD. Sehingga pembahasan mengenai perda obligasi segera dilakukan.

"Tadi kami bertemu OJK dari pusat membahas mengenai beberapa potensi ekonomi yang ada di Jawa Tengah. Kami membahas mengenai beberapa opsi pembiayaan selain dari APBD daerah," kata Ganjar di Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Jumat (14/9/2018).

Ganjar menjelaskan untuk penerbitan obligasi daerah pihaknya akan melihat terlebih dahulu beberapa pekerjaan yang membutuhkan dana besar. Semua harus dihitung betul keuntungan dan kerugian sebelum menerbitkan obligasi daerah.

Dikatakan Ganjar, perhitungan secara rinci harus betul-betul dilakukan karena menyangkut dengan kapasitas fiskal dan hutang yang harus dicicil. Di sisi lain, untuk beberapa proyek yang dikerjakan saat ini semua masih bisa dibiayai oleh Pemprov Jateng.

"Sebelum menerbitkan obligasi kami akan menghitung secara rinci dan betul-betul dihitung untung dan ruginya. Karena ini masalah pembiayaan jadi harus ekstra hati-hati karena menyangkut hutang yang harus dicicil," tegasnya.

Sementara itu, Ganjar menambahkan Pemprov sedang mengembangkan pariwisata untuk mengundang dolar masuk ke Indonesia. Pasalnya, melalui wisatawan asing akan semakin banyak dolar yang ada di Indonesia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis