Prima Cakrawala Abadi Hentikan Operasional Pabrik di Semarang

Pengolahan rajungan di pabrik PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. Kota Semarang, Jateng. (Bisnis)
15 September 2018 02:50 WIB Novita Sari Simamora Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. yang selama ini bergerak di bidang usaha pengolahan rajungan menghentikan sementara operasional pabrik di Kota Semarang, Jawa Tengah. Emiten bersandi saham PCAR itu tidak mendapatkan Izin Usaha Industri (IUI) untuk pabriknya yang berada di Kota Semarang, Jateng.

Sekretaris Perusahaan Prima Cakrawala Abadi, Baradian Ferry, mengungkapkan pemberhentian sementara kegiatan produksi tersebut akan berdampak pada target ekspor per bulannya, yaitu dari lima kontainer per bulan menjadi tiga kontainer per bulan.

Dalam keterbukaan informasi, Jumat (14/9/2018), diterangkan bahwa pemberhentian operasional atau penutupan pabrik Prima Cakrawala Abadi itu didasari Surat Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Semarang No. 503/611 pada 2 Agustus 2018 tentang Jawaban Permohonan Izin Usaha Industri (IUI). Dalam surat tersebut tertulis bahwa PCAR tidak mendapatkan IUI dari instasi terkait mengingat kantor dan pabrik PCAR yang berlokasi di Jl. K.R.T. Wongsonegoro, Kota Semarang tidak berada di kawasan industri. Kawasan itu seharusnya diperuntukan untuk permukiman.

Dampak ditulaknya IUI PCAR adalah pengunduran diri sebagian besar karyawan atau tenaga ahli yang bekerja di kantor Prima Cakrawala Abadi di Semarang. Pasalnya, PCAR berhenti melakukan kegiatan produksi.

Kendati begitu, PCAR akan tetap fokus pada kagiatan ekspor dan produksi rajungan di kedua anak usaha yang dimiliki, yakni PT Karya Persada Khatulistiwa (KPK) di Indramayu, Jawa Barat dan PT Nuansa Cipta Magello (NCM) yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham PCAR telah terbang hingga 1.069,29% menjadi Rp2.970 per saham. Dalam laporan keuangan, penjualan PCAR per semester I/2018 senilai Rp86,8 miliar, naik 19,34% dari posisi Rp72,73 miliar. Dari sisi gerografis, penjualan PCAR sebanyak 93,6% dipasarkan ke luar negeri dan sisanya dalam negeri. Sementara itu, rugi bersih yang dibukukan senilai Rp3,62 miliar pada semester I/2018, kian dalam dari posisi Rp2,9 miliar pada semester I/2017.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia