Legislator Dorong Urus Paten Karya UMKM Bagus

Anggota Komisi VI DPR Juliari P. Batubara melakukan kunjungan di Kampung Hasta Karya, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang. (Bisnis)
15 September 2018 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Anggota Komisi VI DPR Juliari P. Batubara mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Semarang mematenkan karya cipta mereka. Karya UMKM yang bagus didorongnya mengurus hak atas karya intelektual (HAKI) produk.

Juliari menengarai kesadaran pelaku UMKM mendaftarkan HAKI produk mereka memang masih minim. Padahal menurutnya, HAKI sangat penting untuk melindungi hasil karya yang diciptakan supaya tidak diakui orang lain atau dipermasalahkan dikemudian hari.

"Daftar HAKI itu harus, supaya apabila maju, nanti tidak ternyata merek tersebut sudah dimiliki orang lain. Ganti merek kan luar biasa berpengaruh," kata Juliari di sela-sela kunjungan kerja di Kampung Hasta Karya, di Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/9/2018).

Juliari menjelaskan proses mendapatkan sertifikat hak paten memang agak lama, sekitar dua tahun, karena Kemenkum harus melakukan tinjauan terlebih dahulu apakah ada sanggahan dari pihak lain. "Tetap harus daftar (karya ciptanya) supaya ada badan hukum. Memang proses agak lama, sertifikat normal dua tahun karena di Kemenkum harus menunggu ada sanggahan," ucapnya.

Sementara dalam kunjungan kerja tersebut, Juliari mengapresiasi produk-produk kriya yang diciptakan para ibu-ibu rumah tangga. Produk industri rumahan tersebut, menurutnya sangat bagus sehingga harus didukung dan dikembangkan.

Dia juga mengapresiasi karena para ibu-ibu rumah tangga tersebut telah ikut berperan aktif di dalam pembangunan ekonomi, di samping tugas sesuai kodratnya. "Industri Kecil Menengah (IKM) di perumahan sangat bagus, terutama yang digeluti kaum ibu-ibu, kaum perempuan. Dan apa yang dikembangkan ibu-ibu ini sangat bagus," ujarnya.

Juliari melanjutkan, dalam kunjungan itu ia juga menemui beberapa kendala yang masih dirasakan oleh para ibu, terutama terkait peralatan. "Ada beberapa masalah seperti peralatan, namun dari Kementerian Perindustrian sudah banyak bantuan peralatanm Dan dari Kementerian Koperasi dan UKM sudah ada pelatihan yang cukup untuk mendukung IKM ini," jelasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis