Pertamina Amankan 420 Tabung LPG Subsidi di Temanggung

Ilustrasi tabung liquified petroleum gas (LPG - elpiji) 3 kg. (Bisnis)
17 September 2018 04:50 WIB Lucky Leonard Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 420 tabung liquified petroleum gas (LPG/elpiji) 3 kg untuk masyarakat miskin berhasil diamankan menyusul sidak yang dilakukan PT Pertamina (Persero) MOR IV Jateng-DIY dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Temanggung.

Ke-48 tabung LPG bersubsidi ditemukan saat sidak. Tabung-tabung gas itu berhasil ditarik oleh Tim Monitoring LPG 3 Kg dan ditukarkan menjadi 23 tabung 5,5 kg nonsubsidi.

Pihak Disperindag Temanggung langsung memberikan arahan dan imbauan tentang peruntukan LPG 3 kg dan mengajak para pelaku usaha untuk melakukan penukaran tabung ke tabung nonsubsidi. "Kami mengingatkan kepada para pelaku usaha ini untuk mau beralih, karena yang mereka gunakan ini jelas tertulis hanya untuk masyarakat miskin dan mereka bukan kelompok keluarga miskin, sehingga tidak bisa menggunakan LPG bersubsidi," tutur Eko Warih, bagian pengawas distribusi barang kebutuhan pokok Disperindag Temanggung, dalam keterangan resmi, Jumat (14/9/2018).

Lokasi usaha yang dikunjungi saat sidak adalah empat rumah makan dan satu usaha katering yang seharusnya sudah menggunakan LPG nonsubsidi. Sales Executive LPG Rayon VIII Pertamina Ardian Dominggo Wiryosukarno menjelaskan dalam sidak tersebut Pertamina memberikan trade in (tukar tabung) dengan LPG 5,5 kg secara gratis. "Kami berikan secara gratis penukaran dua tabung LPG 3 kg, dengan satu tabung LPG 5,5 kg. Saat kegiatan ini, kami sudah memberikan 41 tabung LPG 5,5 kg dengan menukar 82 tabung LPG 3 kg," katanya.

Sementara itu, Unit Manager Communication and CSR MOR IV Pertamina Andar Titi Lestari menjelaskan pihaknya menghitung rata-rata penggunaan tabung LPG 3 kg di lokasi sidak tersebut sebanyak 14 tabung per hari. Dengan demikian, total konsumsi LPG 3 kg per bulan yang tidak sesuai dengan peruntukannya mencapai 420 tabung.

Dia berharap penghematan 420 tabung yang seharusnya untuk masyarakat miskin tersebut dapat mencukupi kuota di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. "Jadi, tertulis jelas di dalam tabungnya bahwa hanya untuk masyarakat miskin, sehingga kami harapkan kesadaran masyarakat khususnya yang mampu bisa beralih ke LPG yang tidak disubsidi," tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis