6 Perguruan Tinggi di Semarang Teken Nota Kesepahaman dengan BNPT

Spanduk penolakan terhadap ajaran terorisme & radikalisme di Jl Malioboro, Jogja, Selasa (15/5 - 2018). (Antara / Andreas Fitri Atmoko)
19 September 2018 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) bersama dengan enam perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Semarang, Jawa Tengah, menandatangani nota kesepahaman tentang penanggulangan radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di kampus Universitas Negeri Semarang, Selasa (18/9/2018), oleh Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dan rektor enam perguruan tinggi tersebut. Keenam perguruan tinggi itu adalah Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Semarang, Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, dan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin).

"Kerja sama ini akan memberikan suatu produk, bagaimana mencari jalan yang terbaik supaya mahasiswa betul-betul punya daya tahan dan mereka memainkan peran-peran positif," kata Suhardi dikutip dari siaran pers yang diterima Kantor Berita Antara.

Menurutnya, bentuk kerja sama yang ditandatangani ini terkait pendidikan, pelatihan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan dalam rangka penanggulangan terorisme. Sementara itu, saat memberikan kuliah umum di tempat yang sama, Kepala BNPT mengingatkan para mahasiswa baru kemungkinan mereka akan didekati oleh kelompok radikal.

"Mahasiswa baru itu menjadi tempat masuknya paham radikal terorisme. Hati-hati kalau nanti diajak atau ditemani mencari tempat kost, lalu diajak masuk perkumpulannya," ujar Suhardi.

Mantan Kepala Divisi Humas Polri ini juga menekankan perlunya peningkatan nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa karena mulai melemah dan terkikisnya nilai kebangsaan pada anak muda. "Membahas masalah kebangsaan jangan pakai akal dan logika saja, tetapi pakai hati. Hati itu tidak bisa bohong, hati tahu mana yang salah, mana yang benar," ujarnya.

Hadir pula dalam kegiatan itu Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Ahmad Luthfi, Gubernur Akpol yang diwakili Kombes Pol. Burhanudin, dan pimpinan berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara