Bekas Kebakaran di Gunung Sumbing Disisir, Ini Tujuannya…

Helikopter Kamov Ka/32A 11BC milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana dioperasikan untuk memadamkan kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (Antara/BPBD Kabupaten Temanggung)
23 September 2018 06:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Tim gabungan dari berbagai unsur seperti tentara, polisi, BPBD, Perhutani, dan SAR akan menyisir hutan bekas terbakar di Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (23/9/2018). Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa.

"Hari ini, tim gabungan memang diistirahatkan dan besok akan menyisir lagi bekas kebakaran guna memastikan api benar-benar padam," kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Gito Walngadi di Kabupaten Temanggung, Jateng, Sabtu (22/9/2018).

Kebakaran hutan di Gunung Sumbing sebagaimana dikabarkan sebelumnya, terjadi sejak 10 September 2018 dan dinyatakan telah padam pada hari Jumat (21/9/2018) oleh BPBD Kabupaten Temanggung. Selanjutnya, Sabtu, petugas hanya melakukan pemantauan dari posko dan secara visual tidak ada titik api.

"Namun, besok kembali akan menyisir bekas kebakaran, jangan sampai ada bara di tunggakan potongan pohon, karena hal ini akan memicu kebakaran lagi jika tertiup angin," kata Gito Walngadi.

Menurut Gito Walngadi, padamnya kebakaran hutan di Sumbing tidak lepas dari peran berbagai pihak yang telah melakukan upaya pemadaman, baik secara manual oleh ratusan personel gabungan dibantu para sukarelawan maupun metode pemadaman dengan menggunakan helikopter Kamov milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Gito Walngadi menyebutkan kebakaran di kawasan Gunung Sumbing mencapai 506,9 ha, dengan kerugian material mencapai Rp76.035.000. "Kerugian tersebut karena api sempat melahap kawasan hutan lindung yang tidak hanya berisi rumput ilalang saja, namun juga vegetasi pohon keras yang memiliki nilai ekonomis tinggi," kata Gito Walngadi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara