Ganjar Minta Guru Honorer Digaji Sesuai UMK

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melantik kepala daerah terpilih di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Senin (24/9 - 2018). (Istimewa/Humas Pemprov Jateng)
24 September 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para kepala daerah di wilayahnya untuk menetapkan gaji minimal guru honorer sesuai dengan upah minimum kabupaten dan kota (UMK).

Permintaan itu disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat melantik tiga pasangan bupati dan wakil bupati terpilih 2018-2023, serta Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh menjadi wali kota Tegal sisa masa jabatan 2014-2019 di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng Senin (24/9/2018). Tiga pasangan bupati-wakil bupati terpilih yang dilantik itu adalah bupati-wakil bupati Kabupaten Banyumas Achmad Husein dan Sadewo Tri Lastiono, bupati-wakil bupati Temanggung Al Khadiq dan Heri Ibnu Wibowo, bupati-wakil bupati Kudus Muhammad Tamzil dan H.M. Hartopo.

Dalam pidatonya di acara pelantikan itu, Ganjar berpesan agar bupati dan wali kota bisa memberi tenaga honorer gaji minimal sesuai UMK masing-masing daerah. Ini dilakukan demi menjaga kualitas sumber daya manusia para generasi penerus di Jateng. “Mari kita kasih UMK saja, kita hitung sesuai dengan UMK di tempat bapak-ibu. Kalau tidak cukup bisa bertahap, agar kualitas SDM bagus. Masa anak-anak kita pasrahkan kepeda mereka yang mendidik dengan pendapatan yang kurang,” pesan Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga berpesan pada masing-masing kepala daerah agar menyelesaikan pekerjaan daerahnya yang masih tertunda. Khusus kepada bupati Banyumas, Ganjar meminta agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur karena masih banyak dikeluhkan masyarakat. Ia berharap permasalahan infrastruktur itu bisa selesai dalam kurun waktu tiga tahun. 

Sementara itu, kepada bupati Temanggung, Ganjar berpesan agar lebih memperjuangkan petani tembakau. Ia melihat banyak petani tembakau yang keinginannya belum terakomodasi pabrik-pabrik rokok. 

Sedangkan kepada bupati Kudus, Ganjar meminta melakukan penataan terhadap lahan subur mengingat perkembangan industry di kabupaten itu terbilang maju. Bupati M. Tamzil juga diminta untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan corporate social responsibility (CSR).

“Kalau Kudus, saya titip tata ruangnya. Lahan untuk pangan di Kudus saya kira perlu di kontrol, ditata kalau bisa pembangunan perumahannya, karena lahannya semakin sempit,” kata Ganjar.

Sementara itu kepada Wali Kota Tegal Nursholeh, Ganjar memberi tugas yang cukup berat, yakni melakukan reformasi birokrasi setelah kejadian operasi tangkap tangan (OTT), wali kota Tegal terdahulu, Siti Masitha Soeparno, oleh KPK.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya