Lantik 3 Bupati, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Permudah Investasi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik bupati Banyumas, bupati Temanggung dan bupati Kudus serta wali kota Tegal. (Bisnis)
25 September 2018 04:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi melantik tiga pasangan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2018-2023 serta wakil wali kota Tegal Nursholeh menjadi wali kota Tegal definitif sisa masa jabatan 2014-2019. Ia pun berpesan kepada para kepala daerah agar tak menghambat, bahkan memudahkan investasi.

Pelantikan para kepala daerah itu digelar di Gedung Gradhika Bakti Praja Semarang, Jateng, Senin (24/9/2018). Ketiga pasangan bupat-wakil bupati terpilih itu adalah bupati dan wakil bupati Banyumas Achmad Husein dan Sadewo Tri Lastiono, bupati dan wakil bupati Temanggung Al Khadiq dan Heri Ibnu Wibowo, serta bupati dan wakil bupati Kudus Muhammad Tamzil dan HM Hartopo.

Setelah melantik, Gubernur memberikan pesan dan pekerjaan rumah bagi masing-masing kepala daerah agar bisa segera diselesaikan.  Ganjar juga meminta, seluruh bupati dan wali kota di Jateng untuk terus membuka pintu investasi. Hal ini karena saat ini Jateng menjadi idola bagi para investor yang ingin mengembangkan usahanya. Meski demikian, Ganjar mengingatkan agar aspek lingkungan tetap menjadi prioritas.

Ganjar mengatakan, untuk mendorong dukungan terhadap aspek lingkungan tersebut penyusunan RPJMD harus bisa disinkronisasikan dan diharmonisasi mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Selain itu, pengelolaan lingkungan diperlukan inovasi dan teknologi, sehingga dukungan para akademisi perguruan tinggi sangat diperlukan dalam menciptakan inovasi dan teknologi yang tepat guna.

Disisi lain, Ganjar juga memberikan tugas khusus seperti pada Bupati Banyumas, Ganjar meminta agar bisa lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur karena masih banyak masyarakat yang mengeluhkannya. Dia berharap, masalah infrastruktur di Banyumas bisa terselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Kepada Bupati Temanggung, Ganjar Pranowo berpesan agar bupati dan wakil bupati lebih memperjuangkan petani tembakau. Khususnya memediasi petani dengan pabrik-pabrik rokok yang tak jarang menimbulkan sejumlah persoalan. 

Sementara itu, kepada Bupati Kudus, Ganjar Pranowo meminta untuk melakukan penataan terhadap lahan subur mengingat perkembangan industri di kabupaten tersebut lebih maju dibanding daerah lain. Selain itu, Bupati M. Tamzil juga diminta untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan CSR-CSR yang ada di sana untuk para pelaku UMKM.

“Kalau Kudus, saya titip tata ruangnya. Lahan untuk pangan di Kudus saya kira perlu di kontrol, ditata kalau bisa pembangunan perumahannya, karena lahannya semakin sempit,” katanya.

Sementara itu pada Wali Kota Tegal Nursholeh, Ganjar memberi tugas yang cukup berat dan besar, yaitu untuk melakukan reformasi birokrasi setelah kejadian operasi tangkap tangan (OTT) wali kota Tegal terdahulu oleh KPK.

Sementara itu, Ganjar menambahkan, terkait dengan guru honorer, Ganjar berpesan agar bupati/walikota bisa memberi tenaga honorer dengan gaji minimal sesuai UMK masing-masing daerah. Ini agar nantinya kualitas SDM para generasi penerus di Jawa Tengah bisa lebih baik lagi.

“Mari kita kasih UMK saja, kita hitung sesuai dengan UMK di tempat bapak-ibu kira-kira butuh duit berapa. Kalau tidak cukup bisa bertahap agar kualitas SDM kita bagus. Masa anak-anak kita pasrahkan kepada mereka yang mendidik anak kita dengan pendapatan yang kurang,” pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis